Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Januari 2019 | 00.18 WIB

Tanggapan Wakil Wali Kota Batam Soal Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad - Image

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad

JawaPos.com - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menanggapi keluhan para pelaku usaha di bidang pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) perihal kenaikan harga tiket dan diberlakukannya bagasi pesawat berbayar. Amkasar menilai, apa yang menjadi keluhan perlu ditinjau ulang.


Dasar Amsakar menyatakan soal peninjauan ulang, berpijak pada tingkat kunjungan orang ke Batam. Menurut hitungannya, pada awal 2019 ini angka kunjungan masih terbilang tinggi. Walaupun itu adalah kunjungan kerja pegawai pemerintah dari berbagai daerah.


"Ada setidaknya seribu dua ratus orang yang datang ke Batam pada awal Januari ini (2019). Belum lagi mereka yang datang di luar agenda kampus atau pemerintah daerah. Saya saja baru menerima Pemerintah Daerah Tarakan, mereka 50 orang ke sini," kata Amsakar ketika ditemui di kantornya, Senin (28/1).


Hadirnya orang-orang ini, kata Amsakar, tentu menjadi bagian penting dari aktivitas industri pariwisata di Kepri. Dimana mereka diyakini tetap akan melakukan pembelian oleh-oleh dari Batam. Demikian juga dengan penerapan bagasi berbayar yang tidak diterapkan semua maskapai. Dimana maskapai lain seperti Garuda Indonesia belum menerapkan kebijakan bagasi berbayar.


"Tetap saja ada yang beli walaupun bagasi berbayar. Untuk ukuran berapa yang dibeli itu mungkin akan menurun," kata Amsakar lagi.


Lebih jauh Amsakar menilai, jika pelaku usaha pariwisata khususnya oleh-oleh bisa mengemas produk mereka dengan baik, maka para pembeli akan tetap melakukan pembelian. Demikian juga dengan tingginya harga tiket yang dinilai masih dinamis. Walaupun saat ini harganya tinggi, tetapi hal tersebut tidak berlaku selamanya.


"Kita ini negara dengan aturan harga tiket yang paling dinamis, dimana harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu. Sekarang mahal tetapi nanti bisa saja kembali normal," kata Amsakar lagi.


Sebelumnya, pengusaha oleh-oleh di batam dan pelaku usaha pariwisata lain di Kepri mengeluh dengan penerapan bagasi berbayar dan tingginya harga tiket. Hal tersebut sudah dirasakan bahkan sejak penerapan bagasi berbayar diterapkan. Dimana omzet para pengusaha mengalami penurunan hingga 60 persen.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore