
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di kantornya, Senin (6/4). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemerintah resmi menaikkan fuel surcharge atau tambahan biaya bahan bakar pesawat sebesar 38 persen di tengah lonjakan harga avtur yang kian membebani operasional maskapai penerbangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa penyesuaian fuel surcharge menjadi 38 persen mengacu pada batas atas tarif penerbangan tahun 2019 yang kemudian disesuaikan dengan kondisi terkini.
“Kementerian Perhubungan atas nama pemerintah menaikkan fuel surcharge. Itu fuel surcharge kemarin sudah naik 10 persen, sehingga berbasis daripada angka batas atas tarif di tahun 2019, dan kemudian disesuaikan lagi menjadi 38 persen,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4).
Ia menegaskan, kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenis pesawat, baik jet maupun propeller. Sebelumnya, fuel surcharge untuk pesawat jet hanya sebesar 10 persen, sementara propeller sebesar 25 persen.
“Sekarang semuanya disesuaikan menjadi 38 persen. Artinya, untuk jet naik sekitar 28 persen, sedangkan propeller naik sekitar 13 persen,” imbuhnya.
Untuk diketahui, harga avtur berkontribusi terhadap 40 persen dari biaya operasional pesawat. Itu sebabnya, tanpa intervensi kebijakan pemerintah, kenaikan harga avtur bisa mempengaruhi struktur biaya operasional dari maskapai penerbangan nasional.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga avtur untuk maskapai penerbangan domestik di seluruh bandara Indonesia selama periode 1–30 April 2026. Kenaikan ini terbilang signifikan, dengan rata-rata lonjakan mencapai Rp 9.895 per liter atau berkisar 64 hingga 73 persen dibandingkan harga Maret 2026.
Mengutip laman resmi My Pertamina, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, melonjak dari Rp 13.656 menjadi Rp 23.551 per liter, naik Rp 9.895 per liter atau sekitar 72,5 persen.
Adapun kenaikan tertinggi secara nominal terjadi di sejumlah bandara seperti Kuabang, Bandara Halmahera Utara, Bandara Mathilda Batlayeri Tanimbar, Bandara Singkawang, Bandara Pattimura Ambon, BandaraKarel Sadsuitubun Langgur, dan Bandara Sam Ratulangi Manado.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
