
2 pelaku mutilasi Sleman ditangkap Polda DIJ dalam pelariannya di Bogor, Jawa Barat. (Radar Jogja)
JawaPos.com - Kasus mutilasi yang mengerikan di Sleman yang salah satu pelakunya adalah Waliyin membuat warga dan tetangga kos pelaku kaget dan terheran-heran.
Waliyin diketahui menyewa sebuah kamar kos di Dusun Krapyak RT 04, Kecamatan Triharjo, Sleman. Di tempat kos itu, baik warga dan tetangga kos sama sekali tidak memiliki informasi yang cukup banyak tentang sosoknya.
Padahal dia tercatat sudah menyewa kos tersebut sejak Agustus 2022 lalu. Namun, selama hampir setahun tinggal di sana, warga dan tetangga sama sekali tidak mengetahui persis apapun kegiatan dan kesehariannya.
Tidak banyak informasi yang bisa didapat dari warga dan tetangga. Namun, diketahui bahwa pelaku mutilasi Redho Tri Agustian itu bekerja sebagai karyawan sebuah restoran di Kaliurang.
"Kesibukannya kerja (karyawan) di kuliner (restoran). Berangkat pagi pulang malam," beber Ketua RT setempat, Ngatijo, seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group), Jumat (21/7).
Berdasarkan KTP, Waliyin tercatat sebagai warga Dusun Gatak, Desa Sukumulyo, Kecamatan Kajoran, Magelang. Sayangnya, Ngatijo juga tidak mengetahui cukup banyak tentang sosok yang cukup misterius itu.
Apalagi sejak tinggal di tempat kos itu, Waliyin juga tidak pernah menyetorkan kartu identitasnya atau melapor kepada Ketua RT setempat.
"Dia (Waliyin) tidak laporan saya. Jadi, saya tidak tahu dan tidak punya data," ungkap Ngatijo.
Ngatijo membeberkan, Waliyin pelaku mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian selama ini memang cukup tertutup. Dia juga sangat jarang bergaul dengan warga dan tetangga, serta tidak pernah ikut kegiatan warga Dusun Krapyak.
Ngatijo juga tidak mengetahui persis apakah Waliyin pernah membawa teman atau orang lain ke tempat kosnya atau tidak. Ngatijo bercerita, sehari setelah penemuan potongan tubuh di Dusun Kelor, Bangunkerto, dirinya didatangi petugas kepolisian.
Petugas tersebut menanyakan tentang Waliyin. Akan tetapi, dirinya tidak bisa memberikan banyak keterangan karena memang tidak memiliki data yang diminta kepolisian.
"Kan, dia tidak pernah melapor atau menyerahkan identitas ke saya," kata Ngatijo.
Saat itu, polisi sempat menunggu Waliyin pulang. Kemungkinan untuk dimintai keterangan atau ditangkap. Akan tetapi, setelah ditunggu lama, dia ternyata dia tidak pernah lagi pulang ke kosnya.
Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan kamar kos Waliyin dengan izin pemilik tempat kos. Dari dalam kamar kos itu, kata Ngatijo, polisi menemukan dan membawa sejumlah barang bukti. Namun, yang membuat heran adalah di dalam kamar kos yang ditempati Waliyin dan barang bukti, sama sekali tidak ditemukan bercak darah.
"Ditemukan parang, cangkul kecil. Di sebelah kosnya banyak bungkus sarung tangan, baju kotor tidak ada bercak darah," beber Ngatijo.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
