Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2023 | 17.00 WIB

Buntut Tabrakan dengan KA Brantas di Semarang, Sopir Truk Bisa Naik Jadi Tersangka

DALAM PENYELIDIKAN: Petugas gabungan mengevakuasi truk trailer yang ditabrak KA 112 Brantas di Semarang kemaarin (19/7) dini hari. - Image

DALAM PENYELIDIKAN: Petugas gabungan mengevakuasi truk trailer yang ditabrak KA 112 Brantas di Semarang kemaarin (19/7) dini hari.

JawaPos.com – Polisi masih memeriksa sopir dan kernet truk trailer penyebab kecelakaan dengan Kereta Api (KA) 112 Brantas di Semarang. Sampai dengan tadi malam pukul 21.00, kapasitas mereka masih saksi, tapi tak tertutup kemungkinan dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Sopir tersebut bernama Susanto, warga Gambilangu, Sumberejo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Adapun kernetnya adalah Sabtoni, warga Gentan Tlogowungu, Kaloran, Kabupaten Temanggung, juga di Jawa Tengah. Keduanya sempat kabur setelah kejadian.

"Pasca kejadian (sopir) kabur karena takut. Lalu, penyidik melakukan pendekatan melalui owner (truk) dan keluarga, yang bersangkutan kemudian menyerahkan diri," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombespol Irwan Anwar kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin (19/7).

Sedangkan Sabtoni juga telah berhasil diamankan. Keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang.

Menanggapi kemungkinan sopir dan kernet truk menjadi tersangka, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi menyebut itu bisa terjadi. "Bisa, kan hasil dari fakta-fakta nanti kita naikkan. Tapi, kami tidak mendahului lah, kami gelar (perkara) dulu," katanya.

KA Brantas rute Jakarta–Blitar menabrak truk trailer yang mogok di perlintasan Jalan Madukoro Raya, Semarang, pada Selasa (18/7) malam pukul 19.30. Susanto dan Sabtoni sudah keluar dari kendaraan ketika peristiwa itu terjadi. Meski sempat memicu ledakan dan kobaran api, tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menyebabkan sejumlah perjalanan KA terganggu itu.

Yunaldi mengatakan, sopir dan kernet berada dalam kondisi sehat. Tidak mengalami luka sama sekali. "Dia (Susanto, Red) di tempat saudaranya di Madukoro. Kemudian, menyerahkan diri tadi malam (18/7) sekitar jam 12-an dan kernet (pada Rabu dini hari, 19/7) jam 02.00," katanya.

Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Semarang, kecelakaan bermula saat truk bernopol B 9943 IG melaju dari utara ke selatan. Tiba-tiba truk mandek di perlintasan.

Tidak berselang lama, melintas KA Brantas dengan masinis Ari Wibowo dari arah Jakarta menuju Blitar atau barat ke timur. Tabrakan pun terjadi.

"Dia (sopir) katanya mau ngangkut barang di kawasan kota lama. Dia cari jalan ke situ. Tujuannya mau dibawa ke Solo," bebernya.

Perlintasan rel tersebut double track. Peristiwa itu terekam kamera CCTV di lingkungan sekitar. Terlihat dari rekaman gambar tersebut, roda bagian kepala sudah berhasil melintasi trek pertama.

Namun, tiba-tiba berhenti di trek kedua saat akan menyeberang. Diduga, bodi tengah truk nyangkut di perlintasan pertama. Kemudian, pintu palang perlintasan menutup karena akan ada kereta melintas. Sopir dan kernet truk lantas turun lantaran tidak berhasil memajukan kendaraan.

Beruntung, lokasi tersebut berdekatan dengan kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. Sementara itu, para penumpang berhasil turun dari kereta.

Berdasar keterangan saksi, lanjut Yunaldi, truk tersebut melaju normal dalam kondisi awalnya. Hal itu juga terlihat dalam rekaman kamera CCTV.

Yunaldi juga belum bersedia membeberkan penyebab truk tersebut berhenti di tengah perlintasan rel. Menurut dia, masih dilakukan penyidik dan pendalaman dengan keterangan ahli. (mha/ton/gih/c6/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore