
Tempat kos Waliyin, salah satu pelaku mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian dan diduga jadi TKP eksekusi pembunuhan dan mutilasi.
JawaPos.com - Motif mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian oleh Waliyin, 29 dan RD, 38, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Meski masih belum sepenuhnya dibuka penyidik Diterskrimum Polda DIJ, tapi sudah mulai ada titik terang.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi mengungkap, antara kedua pelaku dan korban sudah saling kenal. Perkenalan pelaku dengan korban disebut Endriadi terjadi karena ketiganya tergabung dalam sebuah komunitas.
Komunitas itu sendiri juga disebut melakukan aktivitas yang tidak wajar. Pertemuan antara Redho Tri Agustian dengan Waliyin dan RD terjadi setelah ketiganya melakukan komunikasi.
Setelah bertemu, Endriadi menyebut ketiganya melakukan aktivitas yang tidak wajar. Sayangnya, Endriadi sama sekali tidak menjelaskan secar rinci 'aktivitas tidak wajar' yang dimaksudnya.
Hanya saja dia menyebut bahwa aktivitas itu berhubungan dengan kekerasan. "Nanti masih kami lakukan pendalaman selanjutnya akan disampaikan kembali," kata Endriadi, seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Rabu (18/7).
Dari aktivitas yang tidak wajar itu, korban akhirnya meningal dunia. Hal itu sama sekali tidak diprediksi oleh kedua pelaku. Akibatnya, Waliyin dan RD pun panik ketika mendapati Redho meninggal dunia.
Saat panik dan ketakutan itulah, kedua pelaku berusaha untuk menghilangkan jejak. "Mereka (korban dan pelaku) melakukan kegiatan berupa kekerasan satu sama lain dan terjadi berlebihan, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," katanya.
Karena tidak ingin kematian korban diketahui sekaligus menghilangkan jejak, kedua pelaku memutuskan memotong-motong korban.
Pada saat itulah Waliyin dan RD memutilasi mahasiswa UMY tersebut. Mutilasi yang dilakukan keduanya dengan cara memotong kepala, pergelangan tangan, dan kaki.
Kemudian memotong bagian tubuh dan menguliti korban. Hal itu diakukan Waliyin dan RD dengan maksud untuk menghilangkan atau mengaburkan identitas korban.
Untuk menghilangkan jejaknya. Pergelangan tangan dan pergelangan kaki, pelaku merebusnya untuk menghilangkan sidik jarinya," beber Endriadi.
Sementara, Wadirreskrimsus Polda DIJ, AKBP Tri Panungko meminta publik agar bersabar. Masyarakat juga diminta tidak membuat spekulasi atau asumsi yang malah akan menambah buram penanganan kasus ini.
Justru spekulasi dan asumsi itu nantinya malah hanya akan memunculkan informasi rancu di tengah masyarakat. Sampai saat ini, kata Tri, penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku.
Untuk menangani kasus ini, penyidikan dilakukan secara scientific investigation atau dikenal dengan investigasi dengan keilmuan. Selain itu penyidik juga akan melakukan pemeriksaan psikologi forensik dan klinis terhadap Waliyin dan RD.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
