Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Mei 2017 | 03.10 WIB

Saat Terbangun Istri Polisi Kaget Melihat Pria Hitam Berpenutup Wajah

OLAH TKP: Sejumlah anggota Polsek Gunungguruh, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah salah seorang anggota polisi yang di santroni maling. - Image

OLAH TKP: Sejumlah anggota Polsek Gunungguruh, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah salah seorang anggota polisi yang di santroni maling.

JawaPos.com – Rumah milik Utep Suhenda, anggota Polres Sukabumi, di Jalan Pajajaran I RT 23/11 Kampung Kotamaneuh Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh, disarankan kawanan perampok, Jumat (26/5). Istri korban diacungi golok oleh perampok.

Kepolsek Gunungguruh IPDA Yudi Wahyudi menjelaskan, rampok ini pun diketahui masuk kedalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela kamar dengan menggunakan linggis.

Setelah masuk ke dalam rumah, pelaku langsung masuk ke kamar korban. Namun, di kamar depan pelaku tidak menemukan barang berharga. Pelaku pun masuk ke dalam kamar utama yang didalamnya ada Rina (34) yang tengah tertidur lelap.

“Waktu itu, kejadiannya sekira pukul 02.30 WIB, korban yang bernama Rina ini merupakan istri salah satu anggota polisi yang tengah terlelap tidur," kata Yudi kepada Radar Sukabumi (Jawa Pos Group).

Korban, kata dia, langsung terbangun karena mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Saat itu, korban kaget melihat ada orang menggunakan penutup wajah hitam berada di kamarnya.

Saat pelaku masuk ke kamar Rika, sambung Yudi, pelaku mengacungkan golok berukuran kecil ke arah korban dan menarik paksa gelang yang berada di tangan kiri korban.

“Saat menarik perhiasan korban, Rina langsung seketika berteriak. Karena mendengar teriakan korban pelaku melarikan diri ke arah depan rumah. Saat itu, suaminya tidak ada di rumah sedang malaksanakan tugas,” paparnya.

Dari rumah korban, pelaku berhasil menggasak perhiasan gelang seberat 23 gram dengan harga sebesar Rp9.200.000, pajangan samurai dua buah, satu unit hand phone merek Samsung, uang tunai yang berada di tas gendong korban berjumlah Rp10.000.000.

“Akibat aksi pencurian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp20 Juta. Saat ini, kami tengah melakukan penyelidikan lebih dalam untuk memburu pelaku,” tandasnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi fisikis korban yang bekerja sebagai tenaga pendidik di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Gunungguruh tersebut mengalami trauma.

“Sepupu saya, kondisinya sangat memprihatinkan. Saya liat badannya lemas dan terkadang terlihat melamun. Besar kemungkinan korban shock," kata Ika Kartika, sepupu korban. (cr13/pj/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore