Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Januari 2018 | 22.45 WIB

Ditabrak Kereta Bathara Kresna, Intan Masih Sempat Telepon Ibunya

DIRAWAT: Korban tabrakan kereta Bathara Kresna dengan mobil KIA Picanto, Intan Ayu Kusuma, 27, didampingi ibunya, Yanet Rosida, 55, saat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Solo, Kamis (25/1). - Image

DIRAWAT: Korban tabrakan kereta Bathara Kresna dengan mobil KIA Picanto, Intan Ayu Kusuma, 27, didampingi ibunya, Yanet Rosida, 55, saat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Solo, Kamis (25/1).

JawaPos.com - Intan tidak menyangka jika Kamis (25/1) ini, menjadi hari yang akan selalu diingatnya. Intan masih bersyukur dengan kecelakaan parah yang menimpanya pagi tadi. Beruntung, Intan tidak mengalami luka berat. Melainkan hanya luka ringan di beberapa bagian tubuhnya seperti di bagian kepala dan juga di kakinya. Luka-luka ini diakibatkan adanya benturan saat kecelakaan terjadi. 


Saat ini perempuan yang tinggal di Begalon RT 4 RW 3, Panularan, Laweyan, Solo Jateng mendapatkan perawatan di RS PKU Muhammadiyah, kamar KL 1-4 Bangsal Abu Bakar Asshidiq.


Saat ditemui JawaPos.com, Intan panggilan akrabnya menceritakan mengenai kronologi kejadian. Dengan selang infus yang masih menempel di lengan kanannya, Intan menguraikan, bahwa pagi itu dia sama sekali tidak melihat adanya kereta Bathara Kresna jurusan Solo-Wonogiri yang melaju dari arah barat.


"Pagi itu saya dari rumah teman yang ada di Karanganyar. Dan saat kejadian, saya tidak melihat ada tanda-tanda kereta, seperti lampu dan juga klakson, tidak ada," katanya.


Intan memastikan kondisi tersebut karena kaca mobil miliknya yang baru dibeli November 2017 itu berkaca bening. Sehingga, dia berasumsi jika ada kereta melintas pasti akan terlihat jelas.


"Tapi itu tidak (terlihat), kaca mobil saya juga bening," ungkapnya. Tetapi, Intan melanjutkan, saat dirinya hendak belok ke arah Jalan Bhayangkara tiba-tiba kereta ada di depannya. Dan tabrakan pun tak terhindarkan. Intan pun tidak sempat menyelamatkan diri karena mobil bermerek KIA Picanto itu langsung terdorong hingga lebih dari 15 meter dari lokasi kejadian.


Kedua kaki Intan terjepit dan kepalanya terbentur bagian kemudi hingga benjol. 


"Kalau keretanya itu melaju kencang. Saya sudah setahun ini selalu melewati jalan yang sama, tetapi belum pernah melihat ada kereta yang melintas. Biasanya dari timur keretanya," ucapnya.


Saat kejadian itu, Intan masih sempat untuk mengambil ponselnya. Dengan kondisi yang terjepit itulah, Intan menghubungi ibunya, Yanet Rosida, 55. Mendapatkan telepon dari anaknya, Yanet dengan gegas langsung menuju tempat kejadian dan menghubungi pihak terkait. Seperti BPBD, Damkar dan juga pihak terkait lainnya.


"Saat itu kondisi masih sepi, belum banyak petugas yang datang. Dan kondisi anak saya sudah lemas karena terjepit," kata Yanet sembari menunggui anaknya di Rumah Sakit. 


Untuk pemulihan, perempuan beranak dua tersebut masih menjalani perawat di RS PKU Muhammadiyah, Solo, Jateng.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore