
DIRAWAT: Korban tabrakan kereta Bathara Kresna dengan mobil KIA Picanto, Intan Ayu Kusuma, 27, didampingi ibunya, Yanet Rosida, 55, saat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Solo, Kamis (25/1).
JawaPos.com - Intan tidak menyangka jika Kamis (25/1) ini, menjadi hari yang akan selalu diingatnya. Intan masih bersyukur dengan kecelakaan parah yang menimpanya pagi tadi. Beruntung, Intan tidak mengalami luka berat. Melainkan hanya luka ringan di beberapa bagian tubuhnya seperti di bagian kepala dan juga di kakinya. Luka-luka ini diakibatkan adanya benturan saat kecelakaan terjadi.
Saat ini perempuan yang tinggal di Begalon RT 4 RW 3, Panularan, Laweyan, Solo Jateng mendapatkan perawatan di RS PKU Muhammadiyah, kamar KL 1-4 Bangsal Abu Bakar Asshidiq.
Saat ditemui JawaPos.com, Intan panggilan akrabnya menceritakan mengenai kronologi kejadian. Dengan selang infus yang masih menempel di lengan kanannya, Intan menguraikan, bahwa pagi itu dia sama sekali tidak melihat adanya kereta Bathara Kresna jurusan Solo-Wonogiri yang melaju dari arah barat.
"Pagi itu saya dari rumah teman yang ada di Karanganyar. Dan saat kejadian, saya tidak melihat ada tanda-tanda kereta, seperti lampu dan juga klakson, tidak ada," katanya.
Intan memastikan kondisi tersebut karena kaca mobil miliknya yang baru dibeli November 2017 itu berkaca bening. Sehingga, dia berasumsi jika ada kereta melintas pasti akan terlihat jelas.
"Tapi itu tidak (terlihat), kaca mobil saya juga bening," ungkapnya. Tetapi, Intan melanjutkan, saat dirinya hendak belok ke arah Jalan Bhayangkara tiba-tiba kereta ada di depannya. Dan tabrakan pun tak terhindarkan. Intan pun tidak sempat menyelamatkan diri karena mobil bermerek KIA Picanto itu langsung terdorong hingga lebih dari 15 meter dari lokasi kejadian.
Kedua kaki Intan terjepit dan kepalanya terbentur bagian kemudi hingga benjol.
"Kalau keretanya itu melaju kencang. Saya sudah setahun ini selalu melewati jalan yang sama, tetapi belum pernah melihat ada kereta yang melintas. Biasanya dari timur keretanya," ucapnya.
Saat kejadian itu, Intan masih sempat untuk mengambil ponselnya. Dengan kondisi yang terjepit itulah, Intan menghubungi ibunya, Yanet Rosida, 55. Mendapatkan telepon dari anaknya, Yanet dengan gegas langsung menuju tempat kejadian dan menghubungi pihak terkait. Seperti BPBD, Damkar dan juga pihak terkait lainnya.
"Saat itu kondisi masih sepi, belum banyak petugas yang datang. Dan kondisi anak saya sudah lemas karena terjepit," kata Yanet sembari menunggui anaknya di Rumah Sakit.
Untuk pemulihan, perempuan beranak dua tersebut masih menjalani perawat di RS PKU Muhammadiyah, Solo, Jateng.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
