Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2026 | 05.10 WIB

Karhutla Lumpuhkan Ekonomi Kalimantan, Pakar UMKM Beberkan Solusinya

Pakar UMKM dan Kewirausahaan sekaligus Founder & CEO Wiranesia Foundation, Faransyah Jaya. (Istimewa) - Image

Pakar UMKM dan Kewirausahaan sekaligus Founder & CEO Wiranesia Foundation, Faransyah Jaya. (Istimewa)

JawaPos.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerpa wilayah Kalimantan tak sekadar mencemari udara dan memicu masalah kesehatan.

Asap tebal yang mengepul kini mulai melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, memukul telak keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat lokal.

Gangguan jaringan logistik, terbatasnya mobilitas warga, hingga penurunan daya beli secara drastis memicu ancaman serius bagi ketahanan ekonomi daerah terdampak.

Menanggapi situasi ini, Pakar UMKM dan Kewirausahaan sekaligus Founder & CEO Wiranesia Foundation, Faransyah Jaya, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh melupakan aspek ekonomi kerakyatan.

Pria yang akrab disapa coach Faran menilai, fokus pemerintah saat ini tidak boleh hanya tertuju pada pemadaman api atau mitigasi fisik semata.

Perlindungan terhadap ekosistem bisnis kecil yang menjadi tumpuan masyarakat harian perlu segera mengambil langkah konkret.

"Saat kabut asap melumpuhkan aktivitas harian, omzet UMKM sektor kuliner, ritel, hingga kerajinan daerah ikut merosot drastis. Tanpa intervensi cepat, kita berisiko menghadapi gelombang penurunan daya saing bagi para pelaku usaha di tingkat tapak," ujar Coach Faran, Senin (19/10).

Demi menjaga stabilitas dan kelangsungan ekosistem kewirausahaan di wilayah bencana, Coach Faran mendorong pemerintah beserta pemangku kepentingan untuk segera menerapkan tiga langkah strategis.

Pertama, relaksasi keuangan dan restrukturisasi kredit. Otoritas keuangan dan lembaga perbankan didorong untuk memberikan penundaan pembayaran angsuran serta penyesuaian suku bunga pinjaman bagi para pelaku UMKM yang terdampak karhutla.

Kedua, ialah akselerasi transisi bisnis digital. Pelaku usaha diimbau mengoptimalkan platform digital dan ekosistem e-commerce demi menjaga arus kas (cash flow) tetap mengalir di tengah keterbatasan interaksi fisik akibat paparan polusi asap.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore