
Ilustrasi keracunan makanan. (Gemini AI)
88 Seoul menyebut keamanan, kualitas, dan kenyamanan pelanggan menjadi perhatian utama. Pihak restoran juga mengatakan tengah berfokus pada penanganan pelanggan yang menyampaikan keluhan.
"Kami memastikan proses operasional di gerai kami berjalan sesuai dengan standar yang kami tetapkan," tulis 88 Seoul Indonesia dalam pernyataannya, dikutip Selasa (8/10).
Baca Juga:5 Kunci Ketangguhan Indonesia Taklukkan Thailand lewat Adu Penalti di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah pelanggan mengeluhkan kondisi kesehatan mereka di media sosial usai makan di 88 Seoul Paskal. Salah satu pelanggan mengaku mengalami sakit perut, diare, demam, sakit kepala, meriang, nyeri pada tubuh, hingga lemas.
Keluhan tersebut juga mencuat setelah adanya laporan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait jumlah pelanggan yang mengalami dugaan keracunan. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, jumlahnya mencapai 284 orang dan Dinkes disebut tengah melakukan investigasi langsung ke gerai 88 Seoul di Paskal.
88 Seoul kemudian meminta pelanggan yang mengalami kondisi serupa atau membutuhkan bantuan lebih lanjut untuk menghubungi layanan Customer Care di nomor 081511759999 dengan memilih menu "Customer Care".
"Kami mendengar dan peduli atas kekhawatiran yang disampaikan oleh sejumlah pelanggan setelah berkunjung ke 88 SEOUL - 23 Paskal, Bandung," kata pihak restoran.
88 Seoul juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan yang telah memberikan laporan maupun masukan. Informasi tersebut disebut akan menjadi bahan bagi restoran untuk menjaga kualitas dan pengalaman pelanggan.
Sebelumnya, sebanyak 284 orang dilaporkan mengalami keracunan setelah makan di restoran Korea 88 Seoul di Paskal 23, Bandung. Data tersebut disebut berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang saat ini tengah melakukan investigasi dengan mendatangi langsung gerai restoran tersebut.
Informasi mengenai jumlah korban itu disampaikan salah seorang pelanggan melalui unggahan di Threads. Ia mengaku mengalami sejumlah gejala setelah makan di restoran tersebut, mulai dari sakit perut, diare, demam, sakit kepala, meriang, hingga badan terasa lemas.
"Sakitnya parah banget bahkan sampai sekarang perut masih sakit kaya usus buntu padahal udah ke RS Borromeus," tulis akun Threads Shiellalrnc, dikutip Selasa (6/10).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022