
Ilustrasi bisnis. (Freepik/Lifestylememory)
JawaPos.com — Indonesia perlu memperkuat jejaring alumni untuk mengoptimalkan talenta yang telah dimiliki. Ribuan alumni penerima beasiswa pemerintah maupun lembaga internasional memiliki kompetensi dan jejaring yang berpotensi mendukung pembangunan, tetapi kontribusinya belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan di berbagai sektor.
Tantangan tersebut tercermin dari posisi Indonesia dalam Global Talent Competitiveness Index (GTCI) 2025 yang berada di peringkat 80 dari 135 negara, turun dari peringkat 65 pada 2020.
Survei Katadata Insight Center terhadap 1.000 alumni pendidikan tinggi menunjukkan, 87,5% responden pernah terlibat dalam kegiatan pengabdian selama lima tahun terakhir. Namun, hanya 28,7% yang terlibat secara aktif dan berkelanjutan, sementara 38,5% lainnya hanya sesekali.
Persoalan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kemenko PMK bersama Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia, Yayasan Bicara Data Indonesia (YBDI), dan Katadata Insight Center di Jakarta, Rabu (30/9).
Executive Board YBDI, Yenny Bachtiar dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa alumni merupakan aset pembangunan karena memiliki pengalaman akademik, profesional, dan jejaring yang luas.
“Talenta unggul penting, tetapi bagaimana investasi besar dalam pendidikan dan pengembangan talenta ini bisa menjadi kapasitas produktif, penguatan institusi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan, baik nasional maupun daerah. Hal ini menjadi tantangan yang perlu kita jawab bersama,” ujar Yenny.
Baca Juga:Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Suyudi Ario Seto Gagas Doktrin Polisi Bersama Masyarakat
Plt Asisten Deputi Riset Teknologi dan Kemitraan Industri Kemenko PMK, Ahmad Saufi, mengatakan tantangan Indonesia kini bukan hanya menghasilkan talenta, tetapi memastikan pengetahuan dan kompetensi mereka dapat berkontribusi bagi pembangunan.
“Angka-angka ini menjadi cermin bagi kita untuk bekerja lebih keras. Tantangannya bukan lagi sekadar memproduksi talenta, melainkan bagaimana mengelola pengetahuan dan memfasilitasi pergeseran paradigma dari brain drain menuju brain gain dan kemudian brain circulation,” kata Ahmad.
Salah satu kendala yang disoroti adalah data alumni yang masih tersebar di berbagai institusi. Forum mendorong konsolidasi data berdasarkan keahlian, pengalaman, lokasi, dan minat kontribusi untuk membangun talent pool yang dapat mempertemukan alumni dengan kebutuhan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun program pembangunan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022