Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 18.01 WIB

Jejaring Alumni Belum Optimal, Talenta Indonesia Perlu Lebih Terhubung

Ilustrasi bisnis. (Freepik/Lifestylememory) - Image

Ilustrasi bisnis. (Freepik/Lifestylememory)

JawaPos.com — Indonesia perlu memperkuat jejaring alumni untuk mengoptimalkan talenta yang telah dimiliki. Ribuan alumni penerima beasiswa pemerintah maupun lembaga internasional memiliki kompetensi dan jejaring yang berpotensi mendukung pembangunan, tetapi kontribusinya belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan di berbagai sektor.

Tantangan tersebut tercermin dari posisi Indonesia dalam Global Talent Competitiveness Index (GTCI) 2025 yang berada di peringkat 80 dari 135 negara, turun dari peringkat 65 pada 2020.

Survei Katadata Insight Center terhadap 1.000 alumni pendidikan tinggi menunjukkan, 87,5% responden pernah terlibat dalam kegiatan pengabdian selama lima tahun terakhir. Namun, hanya 28,7% yang terlibat secara aktif dan berkelanjutan, sementara 38,5% lainnya hanya sesekali.

Persoalan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kemenko PMK bersama Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia, Yayasan Bicara Data Indonesia (YBDI), dan Katadata Insight Center di Jakarta, Rabu (30/9).

Executive Board YBDI, Yenny Bachtiar dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa alumni merupakan aset pembangunan karena memiliki pengalaman akademik, profesional, dan jejaring yang luas.

“Talenta unggul penting, tetapi bagaimana investasi besar dalam pendidikan dan pengembangan talenta ini bisa menjadi kapasitas produktif, penguatan institusi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan, baik nasional maupun daerah. Hal ini menjadi tantangan yang perlu kita jawab bersama,” ujar Yenny.

Plt Asisten Deputi Riset Teknologi dan Kemitraan Industri Kemenko PMK, Ahmad Saufi, mengatakan tantangan Indonesia kini bukan hanya menghasilkan talenta, tetapi memastikan pengetahuan dan kompetensi mereka dapat berkontribusi bagi pembangunan.

“Angka-angka ini menjadi cermin bagi kita untuk bekerja lebih keras. Tantangannya bukan lagi sekadar memproduksi talenta, melainkan bagaimana mengelola pengetahuan dan memfasilitasi pergeseran paradigma dari brain drain menuju brain gain dan kemudian brain circulation,” kata Ahmad.

Salah satu kendala yang disoroti adalah data alumni yang masih tersebar di berbagai institusi. Forum mendorong konsolidasi data berdasarkan keahlian, pengalaman, lokasi, dan minat kontribusi untuk membangun talent pool yang dapat mempertemukan alumni dengan kebutuhan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun program pembangunan.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore