
Ilustrasi petani tembakau. (Istimewa)
JawaPos.com - Wacana rancangan aturan pembatasan kadar nikotin dan tar pada produk tembakau resmi dipastikan tidak akan dibahas atau ditetapkan dalam waktu dekat. Kepastian ini didapat setelah perwakilan petani tembakau dari berbagai daerah mendatangi Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk menyampaikan penolakan secara langsung.
Langkah ini diambil perwakilan petani tembakau asal Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Mereka menuntut pemerintah membatalkan rancangan aturan yang membatasi kadar nikotin di bawah 1 persen dan tar di bawah 10 persen, karena dinilai sangat merugikan ekosistem pertanian lokal.
Suwarno, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DPC Jember, menegaskan bahwa kebijakan tersebut berpotensi mematikan mata pencaharian masyarakat. Di Jember, tembakau merupakan komoditas utama yang menyerap ribuan tenaga kerja dari hilir hingga hulu.
"Kami meminta pemangku kebijakan agar regulasi ini dibatalkan, jangan sampai diimplementasikan," tegas Suwarno.
Dia menambahkan, Jember memiliki varietas andalan seperti Besuki Na-Oogst dan Kasturi. Jika aturan pembatasan kadar nikotin ini dipaksakan, seluruh sendi kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor tembakau akan merasakan dampak sistemik.
Menanggapi aksi dan aspirasi para petani, pihak Kemenko PMK memastikan bahwa proses penyusunan aturan tersebut masih berada pada tahap awal dan membutuhkan kajian ilmiah yang mendalam. Kepala Biro Hukum Organisasi dan Tata Laksana Kemenko PMK Syarip Hidayat menjelaskan, wacana ini baru memasuki tahap uji publik serta memerlukan koordinasi intensif lintas kementerian, seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.
"Proses penyusunan rancangan pembatasan kadar nikotin dan tar ini masih panjang. Jadi masih jauh, masih fase koordinasi antar kementerian/lembaga," jelas Syarip.
Dia menegaskan bahwa penetapan ambang batas belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah berkomitmen mengkaji aturan ini secara komprehensif bersama lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pelaku industri, hingga masyarakat.
"Kami mencoba mengakomodir berbagai kepentingan, baik dari kesehatan, termasuk dari ekonomi. Dan jangan sampai mata pencaharian masyarakat dimatikan. Kami berupaya mencari win-win solution," imbuh Syarip Hidayat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022