
Tim SAR Gabungan menemukan korban hilang pasca banjir bandang melanca Solok, Sumbar. Total 2 korban meninggal dunia pasca bencana tersebut. (BNPB)
JawaPos.com - Korban hilang pasca banjir bandang atau galodo di Solok, Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (26/9). Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sehingga total korban yang kehilangan nyawa pasca bencana tersebut menjadi 2 orang.
Kedua korban meninggal dunia masing-masing berinisial DA (21) dan A (59). Setelah seluruh korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, operasi pencarian dinyatakan selesai dan penanganan selanjutnya fokus pada pembersihan serta pemulihan wilayah terdampak.
”Satu korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan pada Sabtu (26/9).
Banjir bandang di Solok terjadi pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit sejumlah aliran sungai, termasuk Sungai Batang Laso, serta longsor pada bukit di sekitar aliran sungai.
Material longsoran berupa pasir, batu, lumpur dan air kemudian menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan permukiman di sekitarnya. Material banjir juga sempat meluap hingga badan Jalan Raya Solok–Padang yang berada di sekitar kawasan perkantoran pemerintah daerah.
”Selain korban meninggal dunia, 4 warga mengalami luka, 3 korban mengalami luka ringan, sedangkan 1 korban mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang,” bebernya.
Tidak hanya itu, dampak bencana juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pemerintahan. Sebanyak 12 gedung perkantoran terdampak, terdiri atas enam gedung mengalami kerusakan berat dan enam gedung mengalami kerusakan ringan.
Data sementara mencatat sebanyak 98 rumah terdampak, terdiri atas 19 rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang, 52 rumah rusak ringan, 8 rumah terendam dan 3 rumah berada dalam kondisi rawan. Banjir bandang juga berdampak terhadap 7 kendaraan roda empat, sedangkan pendataan kendaraan roda dua masih dilakukan.
”Pada sektor pertanian, bencana diperkirakan berdampak terhadap sekitar 57 hektare lahan, terdiri atas 42 hektare sawah dan 15 hektare lahan kering,” imbuh Berton.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022