
Petani Tembakau/(Istimewa).
JawaPos.com - Pembahasan aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan terus menuai perhatian.
Pemerintah berencana memperketat regulasi produk tembakau mulai dari pembatasan bahan tambahan dan perisa hingga pengetatan kadar tar dan nikotin sebagai langkah menekan angka prevalensi merokok di Indonesia.
Namun, studi mengenai preferensi konsumen menunjukkan bahwa pengetatan varian produk cenderung memicu perpindahan pilihan perokok ketimbang menghentikan kebiasaan merokok secara total.
Baca Juga:Vape dan Rokok Ternyata Tak Sama, Ini 4 Mitos Produk Tembakau Alternatif yang Perlu Diketahui
Berdasarkan riset yang dilakukan Litbang Kompas, saat varian rasa yang biasa dikonsumsi tidak lagi tersedia, sebanyak 38 persen konsumen memilih beralih ke varian rasa lain dalam merek yang sama, sementara 34 persen lainnya memilih mencari merek berbeda yang memiliki rasa serupa. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa 70 persen perokok menganggap ketersediaan bahan tambahan atau perisa sebagai faktor penting dalam memilih produk.
Pembatasan ini juga memunculkan kekhawatiran terkait dinamika pasar gelap. Sebanyak 90 persen responden mengkhawatirkan adanya potensi perokok beralih ke produk ilegal jika varian rasa dilarang total. Meski angka ini berupa persepsi risiko pasar, temuan kualitatif mengindikasikan bahwa perokok dan pedagang pada dasarnya masih cenderung menghindari produk tanpa izin.
Efektivitas pengetatan ini pun masih diperdebatkan. Hanya 21 persen perokok yang yakin pembatasan bahan tambahan efektif menekan konsumsi rokok. Di sisi lain, 87 persen menilai implementasi dan pengawasan pembatasan tersebut di lapangan akan sangat sulit dilakukan.
Dinamika ini menegaskan bahwa selain mengejar target perlindungan kesehatan masyarakat, penyusunan regulasi teknis tembakau perlu memperhitungkan realitas perilaku konsumen, kesiapan pengawasan, serta keterjangkauan penegakan hukum agar kebijakan tidak merangsang pertumbuhan pasar ilegal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022