Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 17.56 WIB

Minta MBG Distop Karena Bikin 352 Siswa Keracunan, Ortu: Kami Masih Mampu Bekel Dari Rumah

Polisi memeriksa paket MBG yang diduga membuat siswa di Lombok Tengah keracunan/(Lombok Post). - Image

Polisi memeriksa paket MBG yang diduga membuat siswa di Lombok Tengah keracunan/(Lombok Post).

JawaPos.com - Sebanyak 352 siswa diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (11/9). Usai kejadian ini orang tua siswa meminta agar program MBG dihentikan sementara.

Dilansir Lombok Post (Jawa Pos Group), menu MBG yang dikonsumsi siswa pada saat itu disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah Yayasan Budi Sain Mangkling, Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang. Paket menu berupa kulit kebab, daging ayam filet, stik tempe, timun, selada dan buah salak.

Makanan diantarkan ke beberapa sekolah pukul 08,15 Wita dan dibagikan sekitar pukul 09.00 Wita. Keluhan dirasakan siswa sekitar pukul 09.10 hingga 12.15 Wita.

Di Puskesmas Pringgarata, orang tua siswa mendesak program MBG dievaluasi total atau dihentikan sementara. “Sudah berhenti berikan MBG ke anak-anak Bapak Prabowo, lebih baik saya berikan makan di rumah pagi dalam keadaan hangat, ceplok telur hangat,” kata Inaq Indah Raya penuh emosi.

Wali murid lain, Haswadi, juga menuntut evaluasi menyeluruh mengingat maraknya kasus serupa di berbagai daerah. “Setiap pagi saya pesan jangan terlalu banyak makan MBG, kalau bisa dapurnya ditutup dulu. Tolak MBG, soal bekal dari rumah saya mampu,” terangnya.

Sementara itu, Kapolresta Loteng Kombes Pol Hariyanto menyatakan telah menerjunkan tim untuk olah TKP di lokasi dapur SPPG serta memanggil Kepala SPPG, Kepala Dapur, dan Kepala Yayasan untuk dimintai keterangan.

“Tim Inafis sudah kesana, lakukan olah TKP tinggal tunggu informasinya, (konsekuensi hukum, red) kita lihat hasilnya dulu,” kata dia.

Bahkan sampel makanan telah dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram untuk uji laboratorium. 

Asisten II Setda Loteng Lalu Rinjani mengatakan, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban tertangani dengan baik.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore