
Ilustrasi koperasi desa merah putih (KDMP). (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Sebanyak 94 persen Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Mojokerto telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025. Bahkan ada 11 koperasi wanita (kopwan) yang dikembangkan lembaganya menjadi Kopdes Merah Putih.
Dilansir Radar Mojokerto (Jawa Pos Group), Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Kabupaten Mojokerto, Abdulloh Muhtar mengatakan, RAT tersebut dilakukan dalam rangka kepatuhan terhadap organisasi.
’’Dan Alhamdulillah, di awal tahun 2026 ini, sebanyak 94 persen KDKMP di Kabupaten Mojokerto telah melaksanakan RAT tahun buku 2025. Meskipun masih ada koperasi yang aktivitas usahanya belum berjalan optimal, pelaksanaan RAT tetap dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan organisasi,’’ ungkap Abdulloh Muhtar dalam Seminar Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Pendapa Graha Majatama, Selasa (21/7), lalu, dikutip Sabtu (25/7).
Baca Juga:Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Menurutnya, RAT merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang menjadi tolok ukur kesehatan organisasi. Melalui forum tersebut, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban, mengevaluasi kinerja, membahas kondisi keuangan, sekaligus menyusun rencana kerja untuk tahun berikutnya.
’’Jadi, meskipun ada unit-unit yang belum ada aktivitasnya, masing-masing KDKMP tetap wajib RAT dan dilaporkan hasil RAT-nya. Kalau tidak ada laporan 2 tahun berturut maka tahun ke-3 nomor induk koperasinya akan dinonaktifkan oleh kementerian,’’ paparnya.
Dalam momentum ini, Pemkab Mojokerto juga memberikan penghargaan kepada 12 koperasi berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusinya dalam mengembangkan ekonomi berbasis anggota.
Bupati Muhammad Albarraa menegaskan koperasi masih menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Apalagi Kabupaten Mojokerto memiliki potensi besar. Mulai dari sektor pertanian, usaha mikro, industri, hingga pariwisata, yang perlu dikelola melalui kelembagaan ekonomi yang sehat dan berdaya saing.
’’Untuk mendukung ini, kami menyiapkan tiga arah kebijakan pengembangan koperasi. Mulai dari mendorong inovasi usaha, mempercepat transformasi digital, dan memperluas kolaborasi lintas sektor,’’ ungkapnya.
Melalui inovasi, koperasi didorong tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi mampu mengembangkan usaha produktif yang menghasilkan nilai tambah bagi anggotanya.
Termasuk melalui hilirisasi produk lokal agar memiliki daya saing lebih tinggi. begitu juga terkait digitalisasi Gus Barra juga mnilai sangat penting untuk meningkatkan efisiensi. Sekaligus transparansi pengelolaan koperasi.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
