
Pesawat perintis milik PT AMA yang dibakar di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (Istimewa)
JawaPos.com - Penembakan terhadap Nicholas F. Gosselin, pilot pesawat perintis berkebangsaan Amerika Serikat (AS) milik PT Associated Mission Aviation (AMA) oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan pada Kamis (2/7), memicu duka mendalam.
Insiden berdarah ini tidak hanya membuat operasional penerbangan perintis berhenti, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi para petugas kemanusiaan yang telah puluhan tahun mengabdi di pedalaman Papua.
Kecaman keras pun datang dari tokoh-tokoh Gereja Katolik yang menilai aksi kekerasan ini merugikan masyarakat sipil secara langsung.
Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Aloysius Budi Purnomo, mengungkapkan bahwa maskapai AMA telah menjalankan misi kemanusiaan selama 67 tahun untuk melayani berbagai keuskupan di Papua. Gugurnya Kapten Nicholas di menjadi pukulan telak bagi misi tersebut.
Komisaris PT AMA yang juga menjabat sebagai Uskup Jayapura, Monsinyur Yanuarius Teofilus Matopai You, menegaskan bahwa peristiwa pembakaran pesawat dan pembunuhan pilot ini menorehkan trauma berat bagi para relawan kemanusiaan.
"Dalam konferensi persnya yang menjadi komisaris untuk PT AMA, Monsinyur Yanuarius Theofilus Matopai You warga asli setempat yang menjadi Uskup Jayapura, beliau menyatakan bahwa memang pembakaran pesawat dan terbunuhnya Kapten Nicolas itu memberi trauma untuk para petugas kemanusiaan," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/7).
Selama hampir tujuh dekade, akses untuk menyalurkan bahan bantuan logistik dan medis bagi warga pedalaman Papua yang terisolasi sepenuhnya bergantung pada pesawat-pesawat kecil milik PT AMA.
Tanpa transportasi udara ini, wilayah-wilayah tersebut sama sekali tidak memiliki alternatif akses transportasi lain.
Tersendatnya pelayanan akibat trauma ini dipastikan akan membawa dampak buruk dan kerugian besar bagi warga lokal setempat.
"Sehingga ketika trauma muncul, pelayanan tersendat, pada akhirnya warga masyarakat setempat juga yang akan mengalami kerugian. Dan karena itu maka baik para uskup di Papua maupun gereja pada umumnya mengecam tindakan ini," katanya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
