Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 15.57 WIB

Dalam 6 Bulan, Sebanyak 59 Anggota OPM Kembali Bersumpah Setia Kepada NKRI, 54 Ditindak Tegas Termasuk Jeki Murib

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memaparkan hasil kerja selama 6 bulan belakangan. Pada semester pertama 2026, mereka melakukan sejumlah penindakan terhadap OPM. (Kogabwilhan III) - Image

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memaparkan hasil kerja selama 6 bulan belakangan. Pada semester pertama 2026, mereka melakukan sejumlah penindakan terhadap OPM. (Kogabwilhan III)

JawaPos.com - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III tidak ragu-ragu bertindak tegas terhadap anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berulah di Papua. Namun, mereka juga membuka diri kepada setiap anggota kelompok bersenjata yang ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Dalam 6 bulan terakhir, 59 anggota OPM bersumpah setia kepada NKRI.

”Dengan pendekatan harmonis yang menitikberatkan pada pembangunan daerah serta masyarakat, Alhamdulillah, Puji Tuhan, 59 anggota OPM aktif akhirnya memilih kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ucap Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto dikutip pada Selasa (7/7).

Terhadap anggota OPM yang tidak berhenti menebar ancaman dan melakukan aksi kekerasan, Lucky menyatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas. Apalagi saat para prajurit berhadapan dalam situasi mendesak. Dia menekankan kembali prinsip salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, yang menjadi pedoman utama para prajurit.

”Tindakan tegas terukur yang kami lakukan diantaranya kepada Komandan Operasi Kepala Air Kodap Ilaga OPM Jeki Murib dan puluhan anggota OPM lainnya yang terkenal sadis,” kata dia.

Sebanyak 54 anggota OPM sudah ditindak tegas selama Januari-Juni 2026. Sebagian besar di antara mereka menjadi tersangka dalam tindak kejahatan kemanusiaan. Mulai dari perampokan, pembakaran rumah warga dan fasilitas umum, pemerkosaan, hingga pembunuhan.

Menurut Lucky, mereka acapkali menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup saat berhadapan atau menyerang TNI. Hal serupa dilakukan saat mereka hendak ditangkap. Anggota OPM juga kerap menyerang dengan membabi buta, menembakkan senapan mesin hingga melukai prajurit. Karena itu, TNI harus mengambil tindakan tegas untuk melindungi diri dan masyarakat.

Atas kerja keras yang sudah dilakukan selama setengah tahun, jenderal bintang tiga TNI AD itu menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada semua prajurit. Juga kepada seluruh aparat, tenaga kesehatan, guru, tokoh agama, tokoh adat, relawan, serta masyarakat Papua yang terus berjuang menjaga kedamaian, persaudaraan, dan harapan di Tanah Papua.

”Pengabdian mereka menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh kekuatan negara, tetapi juga oleh semangat gotong royong, persatuan, dan rasa cinta kepada sesama. Kami meyakini bahwa masa depan Papua akan semakin baik apabila seluruh elemen bangsa terus bergandengan tangan, menjaga persaudaraan, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, menghargai adat dan budaya, serta membuka ruang bagi pembangunan yang membawa manfaat,“ pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore