Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Juli 2026 | 23.45 WIB

Temukan Ladang Ganja di Pedalaman Papua, Kogabwilhan III: Dijualbelikan OPM untuk Danai Aksi Kekerasan

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memaparkan hasil kerja selama 6 bulan belakangan. Pada semester pertama 2026, mereka melakukan sejumlah penindakan terhadap OPM. (Kogabwilhan III) - Image

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memaparkan hasil kerja selama 6 bulan belakangan. Pada semester pertama 2026, mereka melakukan sejumlah penindakan terhadap OPM. (Kogabwilhan III)

JawaPos.com - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menemukan sejumlah ladang ganja di pedalaman Papua. Setelah ditelusuri, ganja dari ladang tersebut sengaja ditanam oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk mendanai aksi kekerasan di Bumi Cenderawasih.

Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto pada Senin (6/7), sejak Januari-Juni 2026 Satuan Tugas (Satgas) TNI di Papua sudah menindak beberapa pelanggaran. Mulai penyelundupan senjata api dan amunisi sampai penyalahgunaan narkoba. Khusus kasus narkoba, ada beberapa kasus yang menjadi atensi bersama.

”Di bidang pemberantasan narkotika, berdasarkan rekapitulasi kejadian menonjol di wilayah Papua selama Januari hingga Juni 2026, Satgas TNI berhasil mengungkap 30 kasus narkotika yang didominasi oleh pengungkapan peredaran ganja, penemuan ladang ganja, serta penggagalan penyelundupan melalui jalur udara, laut, maupun perbatasan negara,” kata Lucky kepada awak media.

Jenderal bintang tiga Angkatan Darat itu menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengamankan 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering, dan menemukan sejumlah ladang ganja siap panen. Dia menyatakan bahwa temuan itu langsung ditindak karena sangat berbahaya. Dapat merusak moral serta masa depan generasi muda Papua.

Satgas TNI, kata Lucky, berhasil menemukan dan mengungkap kasus narkoba dengan mengamankan puluhan tersangka yang diantaranya adalah warga negara asing (WNA). Kini tersangka tersebut sudah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihaknya fokus melakukan penindakan di lapangan.

”Maraknya keberadaan ladang-ladang ini, tak lepas dari ujaran, seruan dan anjuran pimpinan OPM, Sebby Sambom, yang melegalkan ganja untuk ditanam di tanah suci Papua,” ucap dia.

Namun demikian, Lucky menyebut, OPM sengaja menyebar narasi tersebut. Sebab, mereka menggunakan ganja untuk mendanai aksi-aksi kekerasan di Papua. Menurut dia, OPM ikut memperdagangkan narkoba kepada anak-anak muda di Papua. Hasil penjualan ganja tersebut lantas dipakai untuk mendanai kegiatan separatis yang selama ini mereka lakukan.

Dalam periode yang sama, Kogabwilhan III mengamankan tidak kurang dari 47 pucuk senjata api dari OPM. Lucky menyebut, langkah tegas diambil oleh instansinya bersama sejumlah instansi terkait. Mulai Polri, Bea Cukai, Avsec Bandara, Pemerintah Daerah, dan tugas dari instansi lain.

”Satgas TNI mengamankan 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin beserta puluhan komponen, suku cadang dan ratusan butir amunisi, uang tunai, serta dokumen, atribut dan berbagai perlengkapan kelompok separatis,” ujarnya.

Menurut Lucky, kelompok separatis yang menamai diri mereka sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Merdeka l-Operasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) itu selama ini melakukan berbagai aksi untuk mengganggu masyarakat di Papua. Termasuk merusak sejumlah fasilitas umum.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore