
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memaparkan hasil kerja selama 6 bulan belakangan. Pada semester pertama 2026, mereka melakukan sejumlah penindakan terhadap OPM. (Kogabwilhan III)
JawaPos.com - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III melakukan sejumlah penindakan sejak Januari-Juni 2026. Pada semester pertama tersebut, tidak kurang dari 47 pucuk senjata api diamankan oleh para prajurit TNI dari tangan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan bahwa langkah tegas diambil oleh instansinya bersama sejumlah instansi terkait. Mulai Polri, Bea Cukai, Avsec Bandara, Pemerintah Daerah, dan tugas dari instansi lain. Salah satu fokus mereka adalah pemberantasan jaringan narkotika dan penyelundupan senjata.
”Satgas TNI mengamankan 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin beserta puluhan komponen, suku cadang dan ratusan butir amunisi, uang tunai, serta dokumen, atribut dan berbagai perlengkapan kelompok separatis,” ucap Lucky pada Senin (6/7).
Menurut perwira tinggi bintang tiga TNI AD tersebut, kelompok separatis itu menamai diri mereka sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Merdeka l-Operasi Papua Merdeka (TPNPB OPM). Mereka yang selama ini melakukan berbagai aksi untuk mengganggu masyarakat di Papua.
”Tidak dapat kita bayangkan jika senjata-senjata tersebut, masih dikuasai oleh OPM. Tak terbayang berapa lagi korban yang tidak bersalah, harus terluka bahkan meregang nyawa, jika senjata-senjata tersebut berada di tangan mereka,” kata dia.
Belum lama ini, OPM yang juga disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) oleh Polri melancarkan aksi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Mereka membakar pesawat milik PT AMA Air dengan nomor registrasi PK-RCY. Tidak hanya itu pilot berpaspor Amerika Serikat (AS) ditembak hingga tewas.
”Peristiwa memilukan yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, agama dan adat ini dilakukan oleh kelompok pimpinan Elkius Kobak, dan dengan bangganya diakui oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom,” sesalnya.
Dengan tegas, Lucky menyatakan bahwa pihaknya tidak akan segan menindak tegas setiap gangguan, terutama dari kelompok bersenjata. Dengan landasan Rules of Engagement, TNI memastikan tindakan tegas terukur DIlakukan tetap menjunjung tinggi hukum dan HAM.
”TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas ketika berhadapan dalam situasi mendesak, mengingat prinsip salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, senantiasa menjadi pedoman utama kami jika menghadapi situasi genting,” terang Lucky.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
