
Irigasi Tenaga Surya Mulai Atasi Krisis Air Sawah di Karawang. (Istimewa)
JawaPos.com - Harapan baru muncul bagi petani di Desa Ciwulan dan Pulosari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, setelah sistem irigasi tenaga surya mulai mengalirkan air ke lahan pertanian yang selama bertahun-tahun mengalami kekurangan pasokan saat musim kemarau.
Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Air dari saluran tersier kini dapat dialirkan ke area persawahan yang sebelumnya sulit mendapatkan pasokan irigasi. Kondisi itu menjadi solusi bagi petani yang selama ini menghadapi keterbatasan air karena lokasi lahan yang jauh dari jaringan irigasi.
Sistem irigasi tersebut dikembangkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Institut Teknologi PLN (ITPLN) dengan memanfaatkan pompa air bertenaga surya berbasis electrifying agriculture.
Anggota Tim Sugeng Purwanto, menjelaskan bahwa sistem yang dibangun tidak hanya memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama, tetapi juga dilengkapi baterai penyimpanan energi serta sistem kendali motor berbasis Variable Frequency Drive (VFD).
"Petani memperoleh sumber energi yang lebih bersih sekaligus pasokan listrik yang lebih stabil untuk mengoperasikan pompa irigasi. Energi dari panel surya pada siang hari tidak seluruhnya digunakan langsung, sebagian disimpan dalam baterai sehingga pompa tetap memiliki cadangan daya ketika intensitas matahari menurun," ujar Sugeng, Kamis, (18/6).
Teknologi tersebut memanfaatkan panel surya berkapasitas 8 kilowatt peak (kWp) yang mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Energi kemudian diatur melalui solar charge controller berbasis Maximum Power Point Tracking (MPPT), disimpan ke baterai, lalu dikonversi menjadi listrik arus bolak-balik melalui inverter untuk menggerakkan pompa air.
Agar operasional pompa lebih efisien, sistem juga menggunakan VFD 7,5 kilowatt yang mampu mengubah suplai listrik satu fasa menjadi tiga fasa. Teknologi ini memungkinkan motor pompa 5,5 kilowatt melakukan soft start, sehingga lonjakan arus saat pompa dinyalakan dapat diminimalkan.
Tak berhenti di situ, tim juga telah menyiapkan pengembangan lanjutan dengan meningkatkan kapasitas VFD menjadi 10 kilowatt dan mengganti motor pompa menjadi 7,5 kilowatt guna meningkatkan debit air yang dapat disalurkan ke area pertanian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022