Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Mei 2026 | 19.25 WIB

Lecehkan Puluhan Santriwati, Ketua PWNU Jateng Sebut Kai Cabul di Pati Dukun

Ilustrasi pelecehan seksual (JawaPos) - Image

Ilustrasi pelecehan seksual (JawaPos)

JawaPos.com - Tersangka kasus pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati di Pati, Jawa Tengah (Jateng), ternyata bukan kiai. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menegaskan hal itu. Menurut dia, pelaku bernama Ashari tersebut adalah tabib atau dukun.

Gus Rozin buka suara lantaran perbuatan Ashari telah mencoreng nama baik kiai dan merendahkan martabat pesantren. Menurut dia, hal itu harus diluruskan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan pasti. Sehingga tidak terjadi penyesatan informasi.

”Dia (Ashari) itu sebetulnya bukan kiai. Dia tabib, dukun. Ini yang perlu kami klarifikasi karena di mana-mana dia disampaikan sebagai kiai,” kata Gus Rozin dikutip dari pemberitaan Kalteng Pos (Jawa Pos Group) pada Senin (11/5).

Berdasar informasi yang diperoleh PWNU Jateng, aktivitas yang dilakukan oleh pelaku lebih banyak praktik pengobatan alternatif ketimbang pendidikan agama. Menurut Gus Rozin, tersangka diduga telah memanfaatkan simbol dan atribut agama untuk mengelabui masyarakat.

Setelah dikenal lewat praktik pengobatan alternatif, tersangka kemudian mendirikan lembaga pendidikan. Menurut PWNU Jateng, sangat penting untuk meluruskan informasi yang beredar luas di publik. Sehingga masyarakat tidak langsung menggeneralisasi seluruh pesantren akibat perbuatan pelaku.

”Kliennya bermacam-macam, mungkin juga ada dari aparat. Hal ini yang mungkin membuat yang bersangkutan percaya diri untuk tidak tersentuh hukum,” kata dia.

Tidak hanya itu, PWNU Jateng memastikan bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Ndolo Kusumo milik tersangka bukan bagian dari Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). Sebagai lembaga yang menaungi ribuan pesantren di Jateng, RMI NU memiliki standar pengawasan dan etik yang ketat.

”Pesantren itu bukan anggota RMI NU. Ini penting agar publik tidak menggeneralisasi seluruh pesantren akibat kasus individu ini,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pelarian Ashari telah berakhir. Sempat buron dan memutus komunikasi, polisi meringkus kyai cabul itu di wilayah Wonogiri. Adalah Tim Satreskrim Polresta Pati yang berhasil membekuk pelaku kekerasan seksual terhadap banyak santriwati Ponpes Ndolo Kusumo tersebut.

Penangkapan pelaku menjadi titik terang bagi kasus kekerasan seksual yang tengah berjalan. Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi mengkonfirmasi keberhasilan timnya dalam memburu tersangka. Ashari ditangkap di daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur (Jatim) setelah mangkir dari panggilan penyidik.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore