Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 04.50 WIB

Bahaya! Boraks Nyelip di Menu MBG, Ratusan Pelajar di Anambas Keracunan Massal 

Foto pelajar yang tengah dirawat di rumah sakit. (Ihsan Imaduddin/Batam Pos) - Image

Foto pelajar yang tengah dirawat di rumah sakit. (Ihsan Imaduddin/Batam Pos)

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten tersebut. Berdasarkan uji sampel makanan, ditemukan kandungan boraks serta cemaran bakteri berbahaya seperti Escherichia coli (E. coli) dan Bacillus cereus.

Menurut Ketua Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad, pengujian dilakukan melalui rapid test oleh Dinas Kesehatan Anambas dan uji laboratorium lanjutan oleh BPOM Batam.

“Hasilnya, boraks ditemukan pada telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayur dengan kadar 100 hingga 5.000 mg/L,” ujarnya baru-baru ini, dikutip melalui Batam Pos—Jawa Pos Group.

Arie menjelaskan, penggunaan boraks pada menu tersebut tidak lazim dan berbahaya karena bahan seperti telur, sayur, dan tempe tidak memerlukan pengawet kimia.

Di samping itu, uji laboratorium juga menemukan cemaran bakteri. Bakteri E. coli terdeteksi pada telur kecap, air dapur, dan sisa makanan, sedangkan Bacillus cereus ditemukan pada nasi putih. Kedua bakteri tersebut diketahui dapat memicu gangguan pencernaan serius, mulai dari diare, muntah, hingga infeksi.

Adapun kasus keracunan massal ini terjadi pada 15 April lalu dengan jumlah korban mencapai 162 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. 

Kekinian, BGN terus menginvestigasi untuk menelusuri sumber kontaminasi dan pihak yang bertanggung jawab. Sebagai langkah awal, dapur penyedia makanan di Air Asuk ditutup sementara.

Kepala Dinas Kesehatan Anambas, Feri Oktavia, menilai pencemaran bisa terjadi akibat bahan baku yang sudah terkontaminasi, proses memasak yang tidak sempurna, hingga penyimpanan yang tidak sesuai standar.

Selain itu, distribusi makanan juga diduga menjadi faktor risiko. Pengiriman menggunakan kapal pompong tanpa penutup memungkinkan makanan terpapar panas dan mempercepat pertumbuhan bakteri.

“Ini menunjukkan adanya kelalaian dalam pengelolaan makanan, baik saat penyimpanan maupun distribusi,” tegasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore