Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 13.40 WIB

Diduga Jadi Penyebab Keracunan, SPPG Klaim Menu MBG Daging Itu Permintaan Siswa

Ratusan siswa di Surabaya diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Olahan daging krengsengan diduga menjadi pemicu. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Ratusan siswa di Surabaya diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Olahan daging krengsengan diduga menjadi pemicu. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, buka suara soal menu daging yang diduga menjadi penyebab insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa.

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla tak menyangkal bahwa daging krengsengan baru pertama kali disajikan. Namun, hal itu karena permintaan dari siswa yang mengingkari olahan daging.

"Memang daging ini baru pertama kali, mengingat ini yang request juga anak-anak, kita juga berusaha inovasi dan akhirnya kita mencoba untuk daging slice dibentuk krengsengan," ujarnya di Surabaya, Senin (11/5).

Sebagai informasi, ratusan siswa yang berasal dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kecamatan Bubutan, Surabaya mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG pada Senin pagi (11/5).

Ratusan korban dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya. Adapun menu MBG yang dimakan korban berasal dari satu dapur SPPG yang terletak di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani mengatakan, total ada 200 siswa dari 12 sekolah yang diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG dari dapur SPPG yang sama.

Ia menjelaskan gejala yang dialami para korban yakni mual dan pusing. Dari keterangan guru, dugaan sementara keracunan dipicu oleh hidangan berbahan daging yang disajikan dalam menu tersebut.

"Kalau dari pantauan kami dan dari laporan dari guru-guru itu, biasanya nggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin dari dagingnya, karena selama ini nggak pernah dikasih daging," ujar Tyas.

Menanggapi hal tersebut, Chafi menegaskan bahwa bahan makanan yang diterima dalam kondisi segar. Proses pengolahan hingga penyajian dalam ompreng MBG juga dilakukan sesuai prosedur BGN yang berlaku.

"Dagingnya nggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget gitu. Bumbunya pun sudah sesuai sama resep dan standar masaknya begitu," tegas Chafi.

Ketika ditanya mengenai penyebab keracunan, Chafi belum bisa berkomentar banyak. Namun yang jelas, sampel menu makanan MBG hari ini sedang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore