
sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota. (Fajar R Vesky/Anggota DPRD Kab. 50 Kota)
JawaPos.com - Fenomena sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota pada awal Januari bukan yang terakhir di Sumatera Barat (Sumbar). Belum lama, fenomena serupa muncul di wilayah Panta Pauah, Kecamatan Matur, Agam.
Menurut Peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Purna Sulastya Putra, daerah Panta Pauah tersusun oleh batuan vulkanik muda yang terdiri atas batu apung dan andesit. Data itu diperoleh dari Peta Geologi Lembar Padang yang disusun oleh Kastowo dan kawan-kawan pada 1996.
”Namun di sebelah utara, timur lokasi sinkhole dan ke arah Bukittinggi terdapat singkapan batuan karbonat yang cukup tua. Endapan vulkanik ini secara stratigrafi menutupi batuan karbonat, sehingga bisa jadi sinkhole di Panta Puauh sangat berkaitan dengan kejadian sinkhole yang umum terjadi pada batuan karbonat,” terang dia saat diwawancarai JawaPos.com pada Selasa (20/1).
Menurut Purna Sulastya, batuan karbonat cukup mudah tererosi oleh air dan sering membentuk gua dan sungai bawah tanah. Sinkhole tersebut bisa jadi berkaitan dengan kolapsnya gua atau sungai bawah tanah.
Namun demikian, dia menekankan bahwa hipotesis tersebut masih berupa pengamatan geologi regional berdasarkan Peta Geologi Lembar Padang.
”Bisa jadi sinkhole itu berkaitan dengan subsurface erosion. Terlebih jika dihubungkan dengan bencana banjir besar kemarin, bisa jadi berkaitan namun perlu pengkajian lebih dalam,” jelasnya.
Secara umum, Purna Sulastya menjelaskan bahwa banjir besar akan membuat lebih banyak infiltrasi air ke dalam tanah. Apabila tanahnya tersusun oleh material loos, cukup poros, sangat mungkin terjadinya internal erosion yang dapat menyebabkan terbentuknya rongga di bawah tanah, sehingga sinkhole muncul di permukaan.
”Observasi dan penelitian detil tentu saja akan dapat menjawab hipotesis tersebut. Terlebih, adanya banjir besar juga akan lebih banyak membawa air yang kaya akan material organik. Air menjadi lebih asam dan pada akhirnya akan mempercepat pelarutan karbonat yang merupakan penyusun utama batugamping,” ujarnya.
Karena itu, dia menyampaikan bahwa secara teori bisa saja banjir yang terjadi di Sumbar berhubungan dengan munculnya sinkhole. Namun demikian, fenomena sinkhole di Sumbar masih perlu pendalaman lebih lanjut. Purna Sulastya justru menekankan satu hal. Bahwa lokasi sinkhole di Panta Pauah juga cukup dekat atau bisa jadi dilalui jalur Sesar Sumatera.
”Apakah ada kaitannya? Bisa jadi, namun mungkin tidak secara langsung, karena zona sesar bisa merupakan jalur air meresap ke dalam tanah yang pada akhirnya akan mempercepat pelarutan pada batuan karbonat di bawah tanah. Ini bukan akibat gempa besar atau patahan aktif yang akan memicu kejadian masif,” sambungnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
