
Korban pendaki Gunung Tampomas dievakuasi.
JawaPos.com - Pencarian panjang pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razana, memang sudah menemui titik terang pada hari ini (14/1). Tim SAR menemukan Ali dalam keadaan meninggal dunia. Namun, evakuasi jenazah pemuda berusia 18 tahun itu tidak mudah. Jenazah Ali berada dalam lereng dengan kedalaman 50 meter. Butuh waktu 15 jam untuk mengevakuasi jenazah itu.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang Catur Budi Fajar Sumarno menyampaikan hal itu. Dikutip dari Jawa Pos Radar Purworejo, Catur mengungkapkan bahwa jenazah pendaki asal Magelang itu ditemukan di Jalur Punggungan Gunung Malang. Tim SAR Mengkonfirmasi temuan jenazah tersebut sekitar pukul 10.30 WIB.
”Kami mendapat informasi dari Tim SAR di puncak bahwa Ali sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata dia.
Setelah menemukan Ali, Tim SAR langsung mengupayakan evakuasi jenazah siswa SMAN 5 Magelang tersebut. Namun demikian, hal itu tidak bisa dilakukan begitu saja. Lokasi jenazah Ali ditemukan berada di jalur punggungan. Persisnya pada lereng puncak sisi selatan di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden. Lokasi itu berada pada kedalaman lebih kurang 50 meter.
”Korban ditemukan di lereng puncak dengan perkiraan kedalaman sekitar 50 meter dari punggungan,” ucap Catur.
Karena itu, proses evakuasi jenazah Ali berlangsung panjang. Berdasar perkiraan Tom SAR, butuh waktu sampai 15 jam untuk mengevakuasi jenazah Ali dari lokasi penemuan sampai ke basecamp. Tim SAR mengakui bahwa evakuasi memang tidak mudah. Apalagi jarak pandang terbatas dan kondisi cuaca yang juga harus dipertimbangkan.
Berdasar data, Ali merupakan anak ketiga dari pasangan Dhani Rusman dan Utari Juanita. Orang tua Ali adalah ASN di Pemkot Magelang. Pihak Pemkot Magelang memastikan sudah memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Ali melakukan pendakian bersama rekannya, yang bernama Himawan Haidar Bahran pada Sabtu (27/12) melalui jalur Dipajaya, Pulosari, Pemalang. Keduanya berencana melakukan pendakian bolak-balik atau naik-turun dalam satu hari.
Namun, keduanya tidak kunjung turun. Proses pencarian kemudian dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk relawan mandiri, Tim SAR, BPBD, serta dukungan Pemkot Magelang. Pada Selasa (30/12), Himawan ditemukan pendaki lain di sekitar Pos 5 Gunung Slamet dalam kondisi lemah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang Candra Wijatmiko Adi menyebutkan bahwa sejak laporan hilangnya Ali, BPBD Kota Magelang secara aktif mengirim personel untuk membantu pencarian.
”Sejak 30 Desember, kami mengirim personel, awalnya 5 orang dan kemudian bertambah hingga total 11 personel,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
