
Tingginya intensitas hujan membuat sejumlah wilayah kota/kabupaten di Jawa Timur terendam banjir. (Septian/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Puncak musim hujan terjadi bulan ini (Januari). Tingginya intensitas hujan membuat sejumlah wilayah kota/kabupaten di Jawa Timur terendam banjir. Salah satunya yang terjadi di Kabupaten Lamongan. Sudah sebulan, 2.031 rumah terdampak banjir.
Di mana banjir melanda pada enam kecamatan. Antara lain, Kecamatan Turi, Kalitengah, Lamongan, Karangbinangun, Deket dan Glagah. Tingkat ketigian banjir kerap berubah-ubah, yakni 10 - 59 sentimeter.
"Kalau nggak terjadi hujan, banjir surut menjadi 10 sentimeter. Sedangkan jika terjadi hujan deras, bisa (banjir) bisa di atas itu," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno, kemarin (14/1).
Banjir tak kunjung surut dipicu dari luapan air dari Waduk Begawan Jero. Akibat air tidak bisa dibuang ke Sungai Begawan Solo membuat arus air berbalik ke Begawan Jero dan meluber ke permukiman warga. Kondisi itu membuat Pemkab Lamongan memutuskan memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorolog hingga 26 Januari mendatang.
Meski begitu, Satriyo menjelaskan kondisi genangan air di kawasan Bengawan Jero terpantau stabil. Untuk mempercepat proses surutnya air, pihaknya menyiagakan langkah-langkah strategis.
​"Dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah terus diaktifkan secara maksimal. Setiap mesin dapat menyedot 10 ribu liter air per detik. Kemudian pintu air kami buka lebar untuk membuang debit air ke saluran utama," ujarnya.
​Selain upaya teknis, bantuan logistik berupa sembako dan kebutuhan dasar telah didistribusikan secara merata ke titik-titik terdampak. Begitu pun pendirian pos kesehatan. Setiap harinya, warga mengecek lakukan pengecekan kesehatan.
Akibat sering terkena banjir, membuat banyak warga mengalami gatal-gatal pada kulit. "Lalu sepatu boots anti air juga diberikan. Sehingga, walaupun banjir mereka tetap bisa beraktivitas," ujarnya.
Satriyo menjelaskan sebagian besar warga di dekat Begawan Jero berprofesk sebagai petambak dan petani. Pada musim hujan, lokasi pada lima kecamatan di Kabupaten Lamongan selalu banjir.
Terutama pada wilayah Desa Laladan, Kecamatan Deket. Sebab, posisi permukiman sangat dekat dengan sungai. Sebab, itu warga telah merasa biasa jika terjadi banjir. Bahkan, banyak warga mempunyai perahu untuk digunakan mobilisasi saat banjir.
"Tapi tahun ini cukup parah. Sebab intensitas hujan jauh lebih tinggi dibandingkan 2024 lalu. Sehingga debit air cukup tinggi," ujarnya.
​Bergeser ke Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Jombang. Hingga kemarin (14/1), banjir berangsur surut. Namun cuaca ekstrem diprediksi masih bisa terjadi. Sebab itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca saat ini masih fluktuatif.
Sebagai antisipasi, lanjut Satriyo tim reaksi cepat terus disiagakan di titik-titik rawan. Termasuk penyiagaan perahu karet di wilayah Gresik guna mengantisipasi kiriman air susulan dari wilayah hulu.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
