
Ratusan warga Rumpin menggelar aksi demonstrasi menuntut pencairan dana kompensasi ke KDM. (Instagram: bogorplusid)
JawaPos.com - Ratusan warga di daerah Rumpin menggelar aksi demonstrasi di depan kantor desa Cipinang pada Senin (29/12). Mereka menuntut kejelasan dana kompensasi yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM yang belum cair.
Kompensasi yang ditagih para warga adalah dana kompensasi akibat penutupan tambang yang terjadi di wilayah Rumpin.
Dalam video diunggah akun Instagram bogorplusid, terlihat massa melakukan aksi bakar-bakaran. Bukan hanya orang-orang dewasa, banyak juga di tengah kerumuman massa aksi demonstrasi anak-anak kecil.
"KDM nggak sadar tuh," kata salah satu pria dalam video itu.
Aksi demonstrasi itu menuntut KDM untuk cepat mencairkan dana kompensasi akibat penutupan pertambangan di wilayah Rumpin, Bogor, Jawa Barat.
Tuntutan tersebut didesakkan para warga karena mereka tidak mendapat penghasilan sejak pertambangan ditutup oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak beberapa bulan lalu.
Bukannya memberikan dukungan, netizen justru menyalahkan para pendemo yang dianggap tidak tahu aturan dan tidak tahu tahapan proses pencairan dana kompensasi.
"Bukannya waktu itu sudah cair untuk bulan pertama? Dan untuk selanjutnya dikasih nanti bulan Januari," komentar salah satu netizen.
"SDM rendah, sudah dikasih tahu cair bulan Januari 2026, apa mereka lupa? Dapat Rp 6 juta lagi," timpal yang lainnya.
"Kang KDM, mohon tindak oknum yang bermain."
Netizen lainnya meminta KDM untuk menata kendaraan pertambangan jika harus beroperasi kembali di tahun depan.
Mereka tidak mau jalan yang sudah diperbaiki menelan dana besar dan pengerjaan perbaikan jalannya mengorbankan kenyamanan warga hampar satu tahun lamanya, rusak lagi gara-gara kendaraan tambang tak patuh aturan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya sudah mencairkan dana kompensasi penutupan pertambangan di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin sejak bulan November 2025 lalu.
Dana kompensasi itu diberikan selama 3 bulan dan merupakan kebijakan yang dibuat KDM untuk membantu masyarakat yang bekerja di sektor pertambangan di tiga kecamatan yang tidak mendapat penghasilan dengan ditutupnya pertambangan untuk sementara.
KDM menutup tambang sementara di kecamatan Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin guna memastikan perusahaan-perusahaan mematuhi aturan. Mulai dari masalah ketenagakerjaan, reklamasi, pajak, dan lain-lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022