
Majelis Hakim PN Sleman menjatuhkan vonis 14 bulan penjara terhadap terdakwa Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan. (Istimewa)
JawaPos.com-Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman menjatuhkan vonis 14 bulan penjara terhadap terdakwa Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan. Pengemudi BMW itu menabrak hingga menewaskan Argo Ericko Achfandi, seorang mahasiswa Faskultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024.
Dikuti dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), Christiano juga dijatuhi denda sebesar Rp 12 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan diganti kurungan penjara selama tiga bulan.
Ketua Majelis Hakim Irma Wahyuningsih menyampaikan bahwa perbuatan terdakwa dinilai telah mengakibatkan korban meninggal dunia. Hal itu menjadi pertimbangan memberatkan dalam vonis tersebut.
“Pemidanaan bukan pembalasan, tapi membina dan menginsafi agar menjadi anggota masyarakat yang baik kemudian hari,” kata Irma saat membacakan amar putusan di ruang sidang di PN Sleman.
Dalam menjatuhkan vonis, Hakim turut mempertimbangkan hal-hal yang meringankan. Di antaranya, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya secara jujur, menyesali perbuatan dan berjanji tidak mengulangi, masih berusia muda, memiliki masa depan panjang, serta telah dimaafkan keluarga korban.
Hakim juga menilai kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian kedua belah pihak. Terdakwa juga belum pernah dihukum sebelumnya.
Majelis hakim menjelaskan, masa tahanan terdakwa sejak 28 Mei 2025 akan diperhitungkan sebagai bagian dari hukuman. Dengan demikian, sisa masa kurungan Christiano tinggal sekitar sembilan bulan.
Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan pikir-pikir sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya. Keduanya diberi waktu tujuh hari untuk memutuskan apakah akan menerima atau mengajukan banding.
Vonis ini lebih jauh ringan dibandingkan tuntutan JPU yang meminta pidana dua tahun penjara dan denda Rp 12 juta subsider enam bulan kurungan.
Majelis hakim merujuk pada Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengatur bahwa kecelakaan lalu lintas mengakibatkan korban meninggal dunia dapat dijatuhkan pidana maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 12 juta.
Usai pembacaan vonis, suasana ruang sidang diselimuti keharu. Keluarga terdakwa menangis dan memeluk Christiano setelah majelis hakim menutup persidangan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
