
Aliansi Kramatwatu melawan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Pondok Cilegon Indah (PCI), Kota Cilegon, Banten, Senin (27/10). (Desi Purnama Sari/Antara)
JawaPos.com–Massa yang tergabung dalam Aliansi Kramatwatu kembali turun ke jalan dengan menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Pondok Cilegon Indah (PCI), Kota Cilegon, Banten, Senin (27/10), terkait penyelesaian aktivitas truk tambang di wilayah tersebut.
Koordinator masa aksi Agung Permana mengatakan, aksi jilid kedua ini terpaksa dilakukan karena pemerintah belum juga menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) untuk mengatur jam operasional truk tambang.
”Respons ada, akan tetapi terlambat. Lambatnya pemerintah hari ini untuk segera mengeluarkan peraturan,” kata Agung seperti dilansir dari Antara.
Dia menegaskan, kelambanan respons tersebut telah berdampak buruk bagi masyarakat. Kelambanan pemerintah terbukti setelah terjadi kecelakaan beruntun seminggu pasca aksi pertama pada 16 Oktober.
”Ketika kita aksi kemarin di tanggal 16 setelah seminggu itu terjadi lagi yang namanya tabrakan beruntun. Dari situ saja kita sudah melihat bahwa Pemerintah Provinsi Banten sangat lambat,” ujar Agung.
Massa aksi yang terdiri dari sekitar 500 mahasiswa, pelajar, masyarakat, dan karang taruna, ini menuntut Gubernur Banten hadir menemui mereka secara langsung.
”Keinginan kami tetap, kami ingin terbitkan yang namanya jam operasional truk di Kramatwatu dan kami sepakat tidak akan bubar sebelum Gubernur Provinsi Banten itu hadir,” tegas Agung.
Dia menyoroti truk-truk over dimension over load (odol) masih melintasi di wilayah Kramatwatu. Sebab, diduga menghindari sistem pengawasan muatan yang ada di gerbang tol lain.
”Kalau di Serang Barat tidak ada sistem deteksi. Makanya truk-truk odol melintas di Kamatwatu,” ungkap Agung.
Selain menuntut Pergub, massa aksi juga mendesak pemerintah untuk menutup tambang-tambang ilegal di Banten yang dinilai sebagai akar permasalahan. Aliansi Kamatwatu Melawan mengancam akan menggelar aksi jilid ketiga dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.
”Jangan sampai pada hari ini pemerintah tidak mengeluarkan Pergub, maka kita akan adakan aksi lanjutan untuk jilid ketiga. Dengan masa yang lebih banyak lagi,” ucap Agung.
Sejumlah massa aksi tampak menutup arus lalu lintas arah Cilegon menuju Serang. Mereka secara bergiliran melakukan orasi menuntut agar truk bermuatan berlebih tidak melintas melalui jalan utama.
Tidak hanya berorasi massa aksi juga turut membakar ban bekas dan mencegat beberapa truk yang melintas. Aparat kepolisian dan TNI yang berjaga sempat berupaya menghalau massa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022