Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 18.55 WIB

Sandiaga Uno Dorong Kemandirian Ekonomi Desa lewat Konsep One Village One Product

Program Desa Emas (Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera) yang diinisiasi oleh Sandiaga Uno digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan Magelang, Jawa Tengah. (Istimewa) - Image

Program Desa Emas (Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera) yang diinisiasi oleh Sandiaga Uno digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan Magelang, Jawa Tengah. (Istimewa)

JawaPos.com – Sandiaga Uno mendorong desa agar bisa meningkatkan kemandirian ekonomi desa. Yaitu dengan cara menghadirkan Desa Emas (Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera).

Lewat kerjasama Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK), program itu digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan Magelang, Jawa Tengah.

Lewat Program Desa Emas batch ke-2 tahun 2025 itu, Sandiaga Uno berharap adanya peningkatan nilai tambah sekaligus perluasan pasar bagi berbagai produk unggulan desa.

Sandiaga meyakini akan terwujud kemandirian ekonomi desa lewat penerapan konsep One Village One Product (OVOP). "Lewat pelatihan dan pendampingan dalam Desa Emas, diharapkan kelompok usaha bisa menerapkan hilirisasi produk melalui konsep OVOP," ungkap Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Kamis (17/7).

"Dengan begitu, produk berdaya saing, ekonomi lokal mandiri dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," tambahnya.

Lalu, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Magelang memiliki potensi alam yang sangat berlimpah. Misalnya Kabupaten Karawang yang memiliki potensi alam berupa beras dan tanaman hortikultura, seperti buah dan sayur-sayuran. 

Namun, Kabupaten Karawang memiliki Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 8,04 persen atau sekitar 100.000 orang dan tingkat kemiskinan 7,86 persen pada tahun 2024.

Hal serupa terjadi di Kabupaten Magelang. Kabupaten yang berada di lereng gunung Merapi, Sindoro dan Sumbing ini memiliki tanah yang sangat subur. 

Tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan menjadi sektor alam yang berlimpah di sana. Meski demikian, Kabupaten Magelang memiliki persentase penduduk miskin sebesar 10,83 persen atau 143.800 orang. 

"Kenapa demikian? alasannya karena hasil alam yang melimpah itu hanya dijual sebatas komoditas, sehingga memiliki nilai ekonomi yang rendah, terlebih jika panen raya, harganya anjlok," ungkap Sandiaga Uno.

"Kita harus terus mendorong peningkatan kapasitas SDM di desa. Melalui hilirisasi produk berbasis potensi lokal, saya yakin desa-desa kita bisa menjadi pusat kemandirian ekonomi, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan," jelasnya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan INOTEK, Ivi Anggraeni menyampaikan, para pelaku UMKM akan menjalani pelatihan dan pendampingan terkait manajemen usaha dalam Program Desa Emas.

Antara lain, strategi pemasaran, branding, penyusunan rencana bisnis, literasi keuangan dan promosi. Selain itu, perluasan pasar lewat digital serta menghadirkan teknologi hilirisasi melalui Kerjasama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Melalui praktik bersama para periset BRIN, 20 kelompok usaha diajarkan cara membuat produk-produk turunan dari hasil-hasil perkebunan yang ada, seperti teh dari daun kopi, selai dan permen jelly dari buah kesemek, kurma tomat, sirup tomat, pasta bawang, nori dari daun singkong hingga pengolahan limbah/ ampas kopi menjadi pupuk dan kosmetik.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore