Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Juni 2025 | 18.31 WIB

Tokoh Nasional Turun Langsung, Masyarakat Antusias Berlari Bersama di Solo

Semarak Soekarno Run Solo 2025. (Istimewa) - Image

Semarak Soekarno Run Solo 2025. (Istimewa)

JawaPos.com – Ribuan pelari dari berbagai daerah memadati Benteng Vastenburg untuk mengikuti Soekarno Run Solo 2025, Minggu (15/6) pagi. Benteng Vastenburg menjadi saksi semarak Soekarno Run Solo 2025.

Kegiatan ini adalah sebuah gelaran akbar yang memadukan semangat olahraga dan patriotisme. Suasana khidmat menyelimuti arena saat lagu kebangsaan “Indonesia Raya” berkumandang, dinyanyikan serentak oleh seluruh peserta. Momen ini membangkitkan kobaran semangat nasionalisme sebelum pelepasan peserta dilakukan.

Soekarno Run telah menjadi lebih dari event olahraga yang menjelma menjadi panggung konsolidasi semangat kebangsaan dan kesehatan publik di tengah suasana penuh semangat dan kekeluargaan.

Barisan tokoh penting hadir melepas peserta, di antaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Komaruddin Watubun, Djarot Saiful Hidayat, Ribka Tjiptaning, dan Ronny Talapessy. Mereka didampingi oleh Wakil Sekjen PDIP Yoseph Aryo Adhi Dharmo dan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, serta turut disemarakkan oleh kehadiran Wali Kota Solo Respati Ardi, Anggota DPR Arya Bima, dan musisi Elfonda Mekel (Once Mekel).

Menariknya, setelah hampir seluruh peserta dilepas, para tokoh tersebut tidak segera meninggalkan lokasi. Mereka justru membaur dan turut berlari bersama masyarakat, menunjukkan semangat kebersamaan dan totalitas dalam memperingati Bulan Bung Karno.

FX Hadi Rudyatmo menyampaikan bahwa peringatan ini memiliki makna mendalam. “Bulan Bung Karno adalah bulan yang keramat bagi saya dan kawan-kawan. Lahirnya Pancasila, yang juga ideologi PDIP, serta kelahiran Bung Karno pada 6 Juni dan wafatnya pada 21 Juni menjadi momentum penting,” ujar Rudy, sapaan akrabnya.

Ia menekankan filosofi ‘berlari di atas kaki sendiri’ sebagai ajakan berdikari. “Soekarno Run ini kami lakukan dengan berlari di atas kaki sendiri. Ini bermaksud mengajak seluruh elemen masyarakat, karena yang paling berharga adalah kesehatan. Lari adalah olahraga paling murah. Ketika kita berlari di atas kaki sendiri, itu artinya berdikari,” ucapnya.

“Yuk, rakyat Solo berdikari. Jaga kesehatan. Orang tidak punya uang, kalau sehat tidak ada persoalan. Tapi orang yang banyak uang kalau tidak sehat, itu sedih,” lanjut Rudyatmo.

Sementara itu, Komaruddin Watubun menyebut Soekarno Run bukan sekadar perlombaan, melainkan cara merawat semangat perjuangan. “Ketika kita berlari, kita juga meresapi nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Ini adalah cara kita merayakan Indonesia, bersama-sama, dengan langkah kaki dan hati yang teguh,” tutur Komaruddin Watubun.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore