
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di pertemuan dengan keluarga korban longsor tambang di Cirebon (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)
JawaPos.com - Suasana duka menyelimuti lereng Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, usai tragedi longsor tambang yang menewaskan sejumlah pekerja dan mengguncang hati masyarakat Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beberapa kali turun langsung ke lokasi, menemui para keluarga korban dalam momen haru yang terekam dalam video di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 3 Juni 2025.
Dalam pertemuan itu, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang menelan korban jiwa. Namun bukan hanya itu, secara mengejutkan, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, mengakui adanya kelalaian dari pihak pemerintah.
"Secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam," ucapnya, dengan nada penuh penyesalan.
Lebih lanjut, Dedi mengungkap fakta mengejutkan: izin tambang Gunung Kuda yang dikeluarkan pada tahun 2020 ternyata diberikan meskipun sudah ada catatan peristiwa bencana sebelumnya. "Kelalaiannya adalah telah memberikan izin pada tahun 2020, padahal pada saat diberikan izin, sudah ada peristiwa yang terjadi," katanya blak-blakan, mengkritik internal pemerintahannya sendiri.
Yang lebih memilukan, menurut Dedi, tak satu pun pekerja tambang, baik pemecah batu, sopir, hingga kernet yang terdata sebagai peserta BPJS atau memiliki jaminan keselamatan kerja. Para korban, nyatanya, bekerja tanpa perlindungan apa pun dari negara.
"Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki jaminan kesehatan, jaminan keselamatan kerja, apalagi jaminan hari tua," ungkapnya, geram.
Ironisnya, dari puluhan keluarga korban yang hadir, hanya satu orang ibu yang mengaku menerima santunan sebesar Rp 5 juta. Selebihnya, tak sepeser pun bantuan datang dari manajemen yang mengelola penambangan maut itu.
Tragedi ini semakin menohok karena pada 2021, Dedi Mulyadi sendiri pernah mengunjungi Gunung Kuda dan memperingatkan bahaya penambangan di kawasan Gunung Putri yang berdekatan. Namun, suara itu tak digubris dan kini, bencana telah benar-benar terjadi.
Dalam suasana penuh haru, Dedi berjanji akan memikul tanggung jawab bagi anak-anak korban, terutama mereka yang masih di bawah umur. "Seluruh anak-anak yang di bawah umur, baik yang sekolah maupun yang tidak sekolah, semuanya menjadi tanggung jawab saya dalam hal makan setiap hari," tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa dua lembaga, yakni Baznas Jawa Barat dan Bank Jabar Peduli, akan memberikan bantuan darurat bagi para keluarga korban selama beberapa bulan kedepan. Tragedi longsor Gunung Kuda kini membuka borok tata kelola tambang di Jawa Barat.
Pertanyaan pun menyeruak: Siapa yang harus bertanggung jawab atas izin yang berujung maut? Dan sampai kapan para pekerja tambang terus dibiarkan tanpa perlindungan?

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
