Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 18.08 WIB

Viral, Bocah SD di Riau Jadi Korban Bully Kakak Kelas hingga Meninggal Dunia, Diduga Beda Suku dan Agama

ilustrasi bullying. - Image

ilustrasi bullying.

JawaPos.com - Bullying (perundungan) tidak boleh terjadi dengan alasan apa pun. Sekalipun dalihnya adalah bercandaan. Sudah banyak kasus bullying yang menyebabkan korban mengalami trauma fisik, psikis, dan mentalnya, bahkan ada yang meninggal dunia.

Seperti kasus viral yang belakangan ini di media sosial (medsos). Seorang bocah SD di Riau meninggal dunia yang diduga menjadi korban perundungan dari teman-temannya. Parahnya lagi, narasi yang beredar di medsos menyebut penyebab bullying tersebut sepele.

Siswa kelas 2 SD tersebut berinisial KB, 8, mengalami luka lebam dan sempat dilarikan ke rumah sakit setelah dipukuli oleh lima orang kakak kelasnya. 

Anak dari pasangan Gimson Beni Butarbutar, 38; dan Siska Yusniati Sibarani, 30; itu meninggal di Rumah Sakit. Gimson mengungkap anaknya sudah sering mengalami perundungan karena latar belakang suku dan agama. 

"Seminggu yang lalu, dia itu sudah sering di-bully. Dibilang suku ini, agama ini. Itu sebelum dia sakit. Itu biasalah karena mereka namanya anak-anak sekolah," ujar Gimson Beni Butarbutar. Puncaknya, lima kakak kelas memukul KB hingga akhirnya meninggal dunia.

Kronologinya, pada Senin (19/5), KB pulang lebih awal dengan sepeda. Namun, ban sepedanya dikempeskan oleh kakak kelas. Esok harinya, korban kembali pulang cepat. 

Saat ditanya ayahnya, KB berbohong, mengaku pulang karena ada acara sekolah. Gimson lalu menanyakan ke istrinya, dan istrinya menjelaskan KB pulang karena sakit dan sudah izin.

Malam harinya, KB mengalami demam tinggi, sakit pinggang, dan perut bagian bawahnya bengkak. Gimson lalu bertanya pada teman KB, Rio, yang menyebut KB dipukuli lima kakak kelasnya.

Gimson melapor ke wali kelas, yang berjanji akan memanggil orangtua pelaku pada Kamis (22 Mei), namun tak dilakukan. Gimson akhirnya mendatangi kepala sekolah pada Jumat (23 Mei), dan meminta dipertemukan dengan pelaku berinisial DR.

Pelaku berinisial DR mengelak, mengaku hanya menumbuk dari belakang, dan menyebut pelaku lainnya berinisial HM sebagai pelaku pemukulan di area perut. Saat Gimson menemui orangtua HM, mereka tidak terima tuduhan, mengatakan ada pelaku lain.

Berselang beberapa hari, kindisi KB makin memburuk. la muntah darah, kejang-kejang, dan meninggal Senin (26 Mei) pukul 02.10 WIB. Jenazah sempat dirujuk ke RSUD Pematang Reba, namun nyawanya tak tertolong.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore