Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 06.23 WIB

Seorang Pengantin Pria di Palembang Dibacok Sesaat Jelang Akad Nikah

Ilustrasi penganiayaan. - Image

Ilustrasi penganiayaan.

JawaPos.com–Seorang pengantin pria di Palembang, Sumatera Selatan, nyaris meregang nyawa. Korban dibacok dan diancam ditembak orang tak dikenal sesaat menjelang acara akad nikahnya pada Minggu (11/5).

Kejadian berawal saat pengantin pria bernama Ahmad Anda, 31, bersama keluarganya tiba di lokasi akad nikah dan resepsi pernikahan dengan calon pengantin perempuan. Rombongan menggunakan mobil di Jalan Panca Usaha, Palembang.

Setelah pengantin pria turun dari mobil, empat orang pria yang salah satunya diketahui bernama Ian dan rombongan tiba-tiba muncul. Mereka langsung menyerang Ahmad menggunakan senjata tajam dan senjata api.

Serangan mendadak tersebut membuat suasana di lokasi acara menjadi panik. Para tamu dan keluarga yang sudah hadir sontak berteriak dan berhamburan menyelamatkan diri.

Saat kejadian, Ahmad tidak sempat memberikan perlawanan sehingga korban mengalami luka serius di bagian kepala, tangan, dan kaki, akibat sabetan senjata tajam. Korban pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari, Palembang, untuk mendapatkan perawatan medis.

Usai kejadian, Ahmad dirawat di ruang intensif dengan kondisi diperban hampir seluruh tubuh. Sedangkan resepsi pernikahan yang sedianya menjadi momen bahagia dalam hidupnya terpaksa dibatalkan.

Ibu korban, Ningcik, yang ditemui di rumah sakit mengaku masih syok dan tak kuasa menahan kesedihan atas musibah yang dialami anaknya. Dia mengaku tidak mengetahui motif di balik serangan brutal terhadap putranya itu.

”Kami kaget, kami tidak tahu siapa pelakunya dan apa motifnya, begitu kami turun kami diserang,” ujar Ningcik seperti dilansir dari Antara.

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Palembang telah menerima laporan kejadian itu. Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan intensif.

”Sementara info yang kami dapat motif penyerangannya adalah dendam lama para pelaku dengan korban, namun untuk jelasnya akan kita ungkap setelah para pelaku tertangkap. Kami juga masih mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian. Kami akan kejar para pelaku dan ungkap motif di balik penyerangan ini seterang-terangnya,” kata Kapolsek Seberang Ulu I Palembang Ajun Komisaris Polisi Herri.

Ahmad yang dalam kondisi tak berdaya dan penuh luka terbata mengungkapkan bahwa penyerangnya berjumlah lima orang. Tiga orang di antaranya menyerang menggunakan senjata tajam jenis parang, sementara satu orang lainnya menodongkan pistol dan menghalangi mobilnya.

”Ada lima orang, tiga pakai parang, satu pakai pistol. Yang megang pistol saya kenal, namanya Jono alias Ian,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad, serangan tersebut diduga dilatarbelakangi dendam lama. Dia mengaku pernah berselisih dengan Jono pada 2019.

”Dia itu nuduh aku cepu (informan polisi), padahal aku tidak merasa. Kami pernah ribut di atas Jembatan Kertapati, aku diteriakin maling, aku lari, dia lari. Terus waktu dia sendirian, aku tusuk,” jelas Ahmad.

Dia menduga dendam lama itu yang menjadi motif pelaku melakukan aksi balas dendam tepat di hari pernikahannya. Ahmad yang tidak membawa senjata saat itu hanya bisa menyelamatkan diri dengan masuk ke rumah warga dalam kondisi bersimbah darah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore