
Dewan Pembina Garda Satu Provinsi Jawa Barat Zaky Roby Cahyadi. (Istimewa)
JawaPos.com–Dewan Pembina Garuda Sakti Bersatu (Garda Satu) Provinsi Jawa Barat Zaky Roby Cahyadi mendukung keputusan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang menghapus dana hibah untuk pesantren pada 2025.
Menurut Zaky, lebih dari Rp 300 miliar dana hibah atas nama pesantren, ini bukan bantuan, tapi ini adalah bancakan.
”Langkah Gubernur Provinsi Jawa Barat KDM adalah langkah yang tepat, setidaknya untuk mengevaluasi dana-dana hibah pesantren yang sudah terjadi pada kepemimpinan gubernur pendahulunya di Jawa Barat,” kata Roby dalam keterangannya, Minggu (27/4).
Zaky menilai Dedi Mulyadi sangat memahapi selama ini dana hibah pesantren sudah menjadi alat politik, pesantren-pesantren tertentu yang punya hubungan dengan partai dapat jatah besar. Sementara ribuan pesantren rakyat yang benar-benar butuh malah tidak kebagian.
Manipulasi dana hibah pesantren ada yang mendapat sampai Rp 50 miliar, sedangkan yang lain hanya mendapatkan gigit jari, lebih parah lagi dana itu dipotong 15 hingga 40 persen oleh oknum anggota dewan dipakai buat iuran partai, fee calo, atau buat balas budi politik.
”Uang umat, uang rakyat, dari pajak dipereteli, disunat atas nama perjuangan, atas nama dakwah, dan atas nama Islam. Sungguh prihatin dan memalukan,” tutur Zaky.
”Ini yang terjadi bukan karena sistem, ini adalah kejahatan dan penyakit maka langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memilih menyembuhkan bukan sekedar menambal,” tegas dia.
Dedi Mulyadi berkeinginan sistem baru yang adil dan transparan. Bantuan pendidikan tidak tergantung pada kedekatan politik atau bukan karena kenal gubernur. Bukan sistem yang menguntungkan segelintir orang yang pandai bermain proposal dan menjual agama demi proyek.
Zaky menegaskan, Garda Satu Provinsi Jawa Barat sangat memahami, Dedi Mulyadi bukan anti pesantren apalagi anti Islam. KDM ingin benar-benar dana umat sampai ke umat.
”Pimpinan Wilayah Garda Satu Jawa Barat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan investigasi total dana hibah tahun-tahun sebelumnya, bongkar siapa saja main proyek atas nama Islam dan kepada para anggota dewan yang merasa terusik jika merasa bersih jangan takut,” jelas Zaky.
Bagi rakyat Jawa Barat mari bersatu, agama jangan dijadikan topeng korupsi. Garda Satu Jawa Barat akan terus mengawal kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
