Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 05.11 WIB

Fakta di Balik Kecelakaan Maut KM 77 Tol Pandaan-Malang: Rem Blong hingga Mesin Over Heat!

Kecelakaan lalu lintas KM 77 Jalan Tol Pandaan-Malang. (Istimewa) - Image

Kecelakaan lalu lintas KM 77 Jalan Tol Pandaan-Malang. (Istimewa)

JawaPos.com–Kecelakaan lalu lintas antara Bus dan Truk di KM 77 Jalan Tol Pandaan-Malang pada Senin (23/12) lalu, membuat publik gempar. Bagaimana tidak, insiden tragis ini menewaskan empat orang sekaligus.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, penyebab kecelakaan pun terungkap. Yakni suhu mesin truk pembawa pakan ternak, itu melebihi batas normal alias over heat. Akibatnya, sistem pengereman terganggu.

Hal ini disampaikan Kepala Polres Malang AKBP Putu Kholis Aryana dalam sebuah konferensi pers di Crisis Center Exit Tol Karanglo, Rabu (25/12). Dia menyebut kondisi mesin over heat membuat truk tidak mampu menanjak.

Truk itu mundur karena tidak kuat menanjak akibat over heat. Kami sudah melakukan scan barcode dan hasilnya identik. Juga dari hasil pengecekan oleh tim teknisi pihak produsen truk itu,” ujar AKBP Kholis.

Dari dokumen pemeriksaan tentang mesin, radiator, hand brake, reservoir break, dan silinder rem, truk bernopol S 9126 UU itu diketahui mengalami kerusakan berupa selang radiator putus dan sistem rem terganggu (blong).

Lebih lanjut, dia bercerita bahwa berdasarkan kolom dokumen pemeriksaan temperatur dan radiator truk, kendaraan tersebut absen menjalani pemeriksaan pada Juli, Agustus, September, November, dan Desember 2024. 
 
 
"Pada Oktober, pemeriksaan truk tidak dilakukan secara menyeluruh, yang diperiksa hanya radiator. Itu juga karena keluhan dari sopir truk. Tandon air kami cek mengalami tambalan di selangnya," imbuh Putu Kholis Aryana.

Temuan itu semakin menguatkan truk dalam kondisi overheat saat insiden kecelakaan terjadi. Kondisi mesin yang tidak fit juga menyebabkan kebocoran pada hose radiator dan beberapa komponen terlepas.

Mengetahui truk yang ia kendarai tidak kuat menanjak, sopir pun menepikan kendaraannya di bahu jalan. Sopir juga mengganjal roda bagian depan dengan balok kayu. Namun, usaha itu tidak membuahkan hasil.

Mengingat kontur jalan pada KM 77-78 Tol Pandaan-Malang itu menurun. Terlebih, truk tersebut sedang membawa beban yang tidak ringan. Yakni pakan ternak seberat 11,2 Ton. Truk pun berjalan mundur tanpa kendali.

”Untuk kendaraan besar (truk) saat parkir seharusnya mesin dimatikan tapi saat itu sopir memilih tidak mematikan mesin dan persneling tidak netral. Ganjalan ini harusnya di belakang karena bebannya ada di belakang,” tutur Kholis.

Pada saat yang bersamaan, dari arah belakang truk, ada sebuah bus pariwisata Tirto Agung yang melaju cukup kencang. Bus bernopol S 7607 UW itu sedang membawa rombongan pelajar SMP IT Darul Qur’an Mulia, Bogor.

Kecelakaan lalu lintas pun tidak terhindarkan, 52 orang menjadi korban. Lebih rincinya, 4 orang dinyatakan meninggal dunia, 43 orang rawat inap, 4 orang rawat jalan, dan satu orang pulang paksa.

Empat korban meninggal dunia, yakni Untung Subagyo (sopir bus), Ahmad Bahrur Rozi berusia (kernet bus), Tri Subangkit Mulyana (pendamping) dan Iyan Maryanah (pendamping).

”Ada brake fluid (minyak rem) yang perlu diganti, di pengereman ada kebocoran silinder di bagian roda depan sisi kiri. Kondisi ini mendukung bahwa truk dalam kondisi bermasalah sejak lama,” ucap Kapolres Malang Putu Kholis Aryana.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore