Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Mei 2024 | 18.13 WIB

Update Korban Banjir Bandang Sumatera Barat: 58 Meninggal, 35 Orang Hilang

Kondisi permukiman warga dan sarana publik pascabanjir bandang menerjang Kabupaten Agam, Sabtu (11/5) malam. (Foto: BPBD Kabupaten Agam) - Image

Kondisi permukiman warga dan sarana publik pascabanjir bandang menerjang Kabupaten Agam, Sabtu (11/5) malam. (Foto: BPBD Kabupaten Agam)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban akibat bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor di Sumatera Barat sejak Sabtu (11/5) lalu. Per Selasa (14/5) pukul 18.35 WIB, tercatat 58 orang meninggal dunia. Sementara korban hilang bertambah dari 27 menjadi 35 orang dalam pencarian. 

"Untuk keluarga terdampak berjumlah 1.543 KK dan 33 orang mengalami luka-luka," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (15/4).
 
Ia mengatakan bahwa Pusdalops dan BPBD setempat masih terus melakukan pengkajian dan pemutakhiran data menyusul masih dilaksanakannya proses pencarian dan evakuasi korban. 
 
 
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa ada
enam titik lokasi terdampak banjir lahar dan longsor di Sumatera Barat, yakni Bukikbatabuah Kabupaten Agam, Pandai Sikek Sepuluh Kota, Lubuk Mata Kuciang, Lembah Anai, Simpang Manunggal, dan Jorong Panti Kabupaten Tanah Datar. 
 
Seluruh wilayah itu telah dikunjungi Suharyanto sejak Selasa (14/5) kemarin dan dipastikan bahwa dampak kerusakan akibat bencana banjir bandang di lokasi tersebut tergolong besar.
 
"Masih dalam kondisi tanggap darurat, sehingga pertama kami ingin pastikan di lokasi terdampak ini agar kondisi kembali normal jadi alat berat kita ingin memastikan sudah bergerak," ujar Suharyanto.
 
 
Selanjutnya, ia menyampaikan pengerahan alat berat untuk membantu menormalisasi kondisi dan pembersihan material banjir dan longsor di area permukiman terus dilakukan. 
 
Di samping itu, pendataan terhadap rumah yang mengalami kerusakan baik rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan, mesti terus ditingkatkan. 
 
"Pendataan kerusakan mulai dari rumah, fasos, fasum agar bisa segera ditindaklanjuti untuk diperbaiki dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang," pungkas Suharyanto. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore