
JALINSUM: Banjir di Jalinsum Medan-Aceh, tepatnya di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Langkat. (Dok. istimewa)
JawaPos.com – Kabupaten Langkat kini berada dalam situasi darurat bencana. Sejak Rabu (26/11) malam, ribuan warga berjuang keras untuk bertahan hidup setelah banjir besar melanda sembilan kecamatan di wilayah tersebut.
Hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa (25/11) telah menyebabkan meluasnya luapan air. Ketinggian air bahkan mencapai dua meter di beberapa lokasi, menenggelamkan sebagian besar rumah dan membuat banyak warga terisolasi.
Sejak Kamis (27/11), akses menuju Langkat terputus total. Listrik dan jaringan telekomunikasi juga padam, memperparah kondisi warga yang mengungsi.
Ratusan warga kini bertahan di masjid-masjid dan gedung bertingkat. Namun, muncul keluhan serius dari para pengungsi. Bantuan logistik dilaporkan belum merata, bahkan beberapa lokasi terancam kelaparan.
Sembilan kecamatan terdampak banjir, meliputi Besitang, Pematang Jaya, Brandan Barat, Sei Lepan, Babalan, Tanjung Pura, Batang Serangan, Padang Tualang, dan Gebang. Wilayah Besitang dan Brandan Barat menjadi lokasi terparah.
Dikutip dari Sumut Pos (JawaPos Group), kisah pilu dialami Amelia Lubis, salah seorang warga yang mengungsi di Masjid Istiqomah, Desa Teluk Bakung, Pematang Tengah, Tanjung Pura, Langkat.
Ia bersama ibu dan anaknya yang masih SD dievakuasi ke masjid sejak Rabu malam. Mereka diselamatkan oleh Kepala Dusun setempat, Said Abdillah, menggunakan ban, karena air sudah masuk ke rumah sejak Pukul 20.00 WIB.
Amelia mengirimkan video situasi pengungsian pada Kamis, namun handphone-nya baru aktif kembali pada Sabtu (29/11). "Nggak ada bantuan satupun kak. Mamak (ibu kandungnya, red) udah nggak enak badannya," ujarnya kepada Sumut Pos melalui pesan WhatsApp (WA), Sabtu (29/11).
Kondisi banjir di Langkat memang sangat parah. Ribuan rumah terendam, dan di Kecamatan Besitang, beberapa rumah bahkan hanya menyisakan bagian atap. Kantor Koramil 14 Besitang pun ikut terendam hingga bagian atapnya.
Banyak warga terpaksa bertahan di atap rumah atau mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Akses transportasi utama ikut lumpuh. Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada jalur Medan-Aceh tidak bisa dilalui. Ketinggian air di jalur ini mencapai dua meter, menyerupai sungai.
Perahu dan sampan nelayan terlihat hilir mudik untuk mengevakuasi warga yang terjebak di jalur vital tersebut. Ratusan warga diperkirakan masih terjebak di rumah masing-masing. Hilangnya sinyal komunikasi dan listrik padam sangat menyulitkan koordinasi tim penyelamat dan penyaluran bantuan.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
