Foto kondisi tanah longsor yang merusak rumah warga warga di Wonosalam, Jombang. (Radar Jombang)
JawaPos.com - Bencana tanah longsor melanda Wonosalam, Jombang hingga merusak sejumlah rumah dan jalan milik warga setempat.
Wilayah yang terkena dampak kerusakan longsor tersebut antara lain di Dusun Sumberlamong dan Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Warga yang terdampak untuk sementara diungsikan ke lokasi yang lebih aman.
“Jadi menurut laporan, kejadian tanah longsor itu berlangsung sekitar pukul 01.00 Kamis (7/3) dini hari,” ujar Harris Aminudin, Camat Wonosalam seperti dikutip dari Radar Jombang.
Harris menambahkan, tanah longsor tersebut disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Termasuk di malam itu kan kondisinya juga hujan, sehingga membuat tanah bergerak atau bergeser itu,” imbuhnya.
Pihaknya mencatat sementara ini ada 10 rumah yang terdampak tanah longsor itu. Selain itu, puluhan warga lainnya juga ikut terdampak bencana tersebut.
“Untuk dampaknya dirasakan sepuluh KK, sekitar 30 orang, seluruhnya sudah dievakuasi,” rincinya.
Evakuasi itu dilakukan ke rumah masing-masing keluarga atau kerabat warga yang terdampak tersebut.
“Evakuasi dilakukan ke keluarga masing-masing di Desa Sambirejo situ,” pungkasnya.
Sebelumnya, tanah longsor melanda permukiman warga di Dusun Sumberlamong, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang Kamis (7/3) dini hari.
Dalam video yang beredar di beberapa media sosial, warga yang berada di lokasi tersebut sempat terlihat panik dan berhamburan keluar rumah saat terjadi tanah longsor, dan beberapa diantaranya berupaya menyelamatkan benda berharganya.
Ada pula warga yang terlihat berlari sambil menyelamatkan sapi dan hewan ternaknya.
Perekam video juga menarasikan terdapat sepuluh rumah yang terdampak, dan pergeseran tanah masih berlangsung.
“Sekitar sepuluh rumah terdampak, ini ambles tiap menit berjalan pak, tergerus terus pak warga-warga panik,” ungkap pria perekam video itu.
Dalam video lainnya, terekam juga jalan poros di Dusun Sumberlamong yang dinarasikan putus dan tidak bisa dilewati.
“Sumberlamong, tanahnya ambles, ini jalan satu-satunya terputus, tanah bergeser,” ungkap seorang pria dalam video lainnya.
Pasca video tersebut beredar, pihak BPBD juga mengkonfirmasi kebenaran isinya, dan sudah mengerahkan personelnya.