Warga Berusaha Menyelamatkan Diri Saat Banjir Menerjang: Seorang warga berjuang menghindari banjir bandang yang melanda Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Jumat sore (9/2). (IST/LOMBOK POST)
JawaPos.com- Jelang pelaksanaan pesta demokrasi yang akan berlangsung pekan depan, Kabupaten Sumbawa dilanda bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor sekitar pukul 15.30 Wita, Jumat (9/2).
Melansir dari Lombok Post (JawaPos Grup) Sabtu (10/2), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H. Ahmadi, mengungkapkan kronologisnya.
Bencana tersebut bermula dari hujan lebat yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Sumbawa pada pukul 13.30 Wita.
“Dari hujan lebat ini, mengakibatkan bantaran sungai dari Kelurahan Samapuin ternyata sampai ke mulut kali Desa Labuan Sumbawa sehingga pada pukul 15.30 Wita, terjadi luapan yang mengakibatkan banjir,” jelasnya.
Akibatnya, enam kelurahan di Sumbawa Besar dilanda banjir, termasuk Kelurahan Bugis, Samapuin, Pekat, Brang Biji, Brang Bara, dan Kelurahan Lempeh.
Bencana tersebut menyebabkan empat rumah terseret banjir, 10 rumah roboh, satu mobil terbawa arus, dan berdampak pada 1.328 Kepala Keluarga (KK).
Selain itu, terjadi tanah longsor di dua titik, yakni dekat PDAM Semongkat dan Berang Dara, yang berada di sekitar jembatan area konservasi Semongkat.
“Berdasarkan informasi dari BPBD Sumbawa, saat ini kondisi air sudah mulai surut dan beberapa warga sudah membersihkan rumah,” ungkap Ahmadi.
BPBD NTB terus melakukan koordinasi dengan BPBD Sumbawa untuk penanganan lanjutan, distribusi logistik, dan penyampaian informasi kepada masyarakat terdampak.
“Teman-teman di BPBD Sumbawa juga masih melakukan asesmen dampak bencana, dan tim mereka sudah banyak yang terjun ke lokasi kejadian bencana,” tuturnya.
Dari peristiwa ini, pemerintah terus mengingatkan seluruh masyarakat Bumi Gora, mengingat sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki musim hujan, sementara beberapa masih dalam masa peralihan.
Masyarakat diminta untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan lokal, termasuk ancaman banjir dan tanah longsor.
Di sisi lain, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan hujan untuk mengisi penampungan air seperti embung, waduk, atau tempat penampungan air hujan lainnya.
“Tetap perhatikan informasi dari kami dan BMKG guna mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan masyarakat ke depan dan tetap selalu menjaga kesehatan,” ujarnya.
***