ILUSTRASI PERKEBUNAN SAWIT. (DIMAS PRADIPTA/JAWAPOS.COM)
JawaPos.com - Bencana banjir bandang di tiga provinsi di Sumatera, yakni di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) kerap disebut sebagai bencana ekologis. Bencana itu dihubung-hubungkan dengan deforestasi yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Terutama deforestasi di daerah hulu sungai (DAS).
Deforestasi ini juga dihubungkan dengan ada alih fungsi hutan dan lahan dengan jumlah cukup masif dan berlangsung selama bertahun-tahun. Perkebunan kelapa sawit dituding sebagai salah satu kontributor rusaknya lingkungan di hulu.
Di sisi lain, selama ini perkebunan kelapa sawit beserta industri turunannya menyumbang cukup besar terhadap devisa negara. Bahkan disebut sebagai penopang ekonomi di luar sektor non minyak dan gas (migas).
INFOGRAFIS DEFORESTASI. (DIMAS PRADIPTA/JAWAPOS.COM)
Tingginya kontribusi sawit terhadap devisa bukan berarti pebisnis sawit serta merta tidak luput dari kealpaan dalam menjalankan bisnisnya dari hulu hingga hilir. Bisa saja ada kealpaan dari industri sehingga menggangu ekosistem lingkungan.
Tim JawaPos.com mendalami pemicu yang terjadi di balik bencana alam yang mengakibatkan 1.178 orang meninggal dunia itu (sebagaimana data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional/BNPB) pada 6 Januari 2026).
Infografis. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
Benarkah bencana banjir bandang di Sumatera akibat deforestasi terhadap sawit atau deforestasi lain, seperti tambang dan pembalakan liar? Semua akan dilihat dari berbagai perspektif. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
