
Nama PO Bus Sugeng Rahayu sedang ramai dibicarakan karena insiden kecelakaan yang melibatkan salah satu armada mereka. (Instagram mediabismania)
JawaPos.com - Kecelakan bus Sugeng Rahayu yang terjadi baru-baru ini sontak membuat warganet kembali mengungkit-ungkit masa lalu dari Perusahaan Otobus (PO) tersebut yang berpolemik.
Dilansir JawaPos.com dari akun YouTube Bus Indonesia, bus Sugeng Rahayu ini dulunya dikenal dengan nama bus Sumber Kencono. Kabarnya, bus Sumber Kencono memiliki masa lalu yang cukup kelam.
Inilah alasan mengapa orang-orang kembali menyangkut pautkan kejadian kecelakaan bus tersebut baru-baru ini dengan track record yang pernah dialami bus Sumber Kencono pada masa operasionalnya.
Baca Juga: Benarkah Nyamuk Lebih Tertarik pada Golongan Darah O? Simak Penjelasannya Berdasar Hasil Penelitian
Saking kelamnya dan menimbulkan banyak korban, bus Sumber Kencono tersebut dijuluki sebagai bus Sumber Bencono sebelum akhirnya bus tersebut berganti nama menjadi Sugeng Rahayu.
Pergantian nama itu dilakukan dengan harapan untuk menciptakan zero accident kecelakaan lalu lintas. Meski harga tiketnya terbilang cukup murah, bus ini dulu terkenal gesit dan ugal-ugalan.
Diketahui, bus Sugeng Rahayu ini merupakan salah satu armada jebolan dari PO yang bernama Sumber Grup. PO Sumber Grup ini terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
PO ini berdiri sejak 1981 oleh pemiliknya yang bernama Setiadi Sasongko. Semuanya berjalan lancar sebelum periode operasional tahun 2009 - 2011 dimulai. Pada rentang waktu itu, berbagai kecelakaan menyelimuti bus Sumber Kencono.
Salah satunya, kecelakaan yang terjadi di Mojorkerto yang menewaskan hingga 20 orang. Kecelakaan lainnya terjadi di Ngawi yang menewaskan pengendara sepeda motor, hingga bus tersebut sempat dibakar massa.
Saat itu, para warga sudah merasa tak tahan lagi dengan perilaku pengemudi bus yang dianggap meremehkan nyawa manusia, dan tidak menghormati pengguna jalan lainnya.
Berbagai kasus yang menyelimuti bus tersebut akhirnya sampai kepada Gubernur Jawa Timur saat itu. Hingga akhirnya, Gubernur Jawa Timur menyarankan agar bus tersebut dicabut izin operasionalnya.
Buntut dari rekomendasi itu, bus Sumber Kencono diberi sanksi pengurangan jumlah armada sebanyak 40 persen dalam setiap minggunya. Namun sayang, kebijakan tersebut tak mengubah apapun.
Sebab, meski armada telah dikurangi, kecelakaan masih tetap terjadi. Akhirnya, pada titik inilah nama bus Sumber Kencono tersebut diubah menjadi Sumber Selamat pada 2011.
Perubahan nama itu lagi-lagi tidak menyelesaikan permasalahan pengemudi bus yang ugal-ugalan. Akibatnya, SP tiga pun akan langsung dikeluarkan bagi driver yang masih ugal-ugalan dalam mengemudikan bus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
