Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Desember 2023 | 05.00 WIB

Mahasiswa Se-Malang Raya Gelar Mimbar Demokrasi, Titipkan Pesan Soal Ini

Mimbar demokrasi dan refleksi akhir tahun Aliansi Mahasiswa Malang Raya dengan tema Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Provokasi di kampus Polinema 27. - Image

Mimbar demokrasi dan refleksi akhir tahun Aliansi Mahasiswa Malang Raya dengan tema Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Provokasi di kampus Polinema 27.

JawaPos.com–Salah satu perwakilan aksi dari acara mimbar demokrasi dan refleksi akhir tahun mahasiswa se-Malang Raya, Rafly Rayhan Al Khajti sampaikan pesan cukup dalam.

Pesan itu disampaikan di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir. Pesan tersebut tentang jangan mempersonifikasi pejabat. Pemuda yang duduk sebagai presiden mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu menyatakan, jika memuji serta mengkritik pejabat harus berhati-hati.

”Kita selalu mempersonifikasi makanya tadi saya katakan ketika Anda berterima kasih kepada Pak Jokowi artinya Anda berterima kasih secara personal kepada Jokowi,” ujar Rafly ketika deklarasi pemilu damai tanpa provokasi di lapangan kampus Polinema, Rabu (27/12).

Rafly mengungkapkan, Presiden Jokowi melakukan kewenangan dan tugasnya karena sebagai kepala negara dan kepala pemerintah. Hal itu, bukan karena personal.

Hal yang sama juga perlu diperhatikan saat mengkritik pejabat. Dia menilai, masyarakat termasuk mahasiswa perlu berhati-hati. Hal itu yang dinilainya menjadi perbedaan atau kontras dalam demokrasi Indonesia sekarang.

”Ketika kemudian hari ini, kita memuji Jokowi bukan sebagai presiden tetapi kita memuji secara person artinya kita mempersonifikasi pejabat, itu berlaku buat siapapun. Tidak hanya Jokowi, Puan Maharani, atau Megawati atau siapapun itu. Begitu juga ketika kita mengkritik,” papar Rafly.

Rafly menambahkan, sebagai mahasiswa hukum, tugasnya memberi tanggapan secara akademis dan intelektual. ”Tentang apa yang menjadi batasan dalam demokrasi. Acara pemilu damai yang digelar hari ini untuk merefleksikan demokrasi yang sedang berjalan,” imbuh dia.

Dia berpesan agar demokrasi yang terjadi sekarang harus direfleksikan bersama. Baik selama pemerintahan Presiden Joko Widodo atau jelang Pemilu 2024.

Aliansi Mahasiswa Malang Raya berkumpul di kampus Polinema 27 untuk menyuarakan pemilu damai menyongsong 2024. Agenda itu dikemas dengan mimbar demokrasi dan refleksi akhir tahun dengan tema Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Provokasi menghadirkan sejumlah mahasiswa lintas kampus di Malang Raya.

Perwakilan presiden mahasiswa (presma) yang tergabung dalam agenda itu menyampaikan orasi dan sikap pengawasan pemilu damai. Dimulai dengan presma Politeknik Negeri Malang, Presma Unisma, mahasiswa perwakilan peserta, dan orasi presma UB.

Ada beberapa poin yang disampaikan dalam deklarasi pemilu damai, sebagai berikut:

  1. Akan menghadirkan pemilu damai yang berasas luber dan jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil) pada Pemilu 2024.
  2. Berkomitmen untuk menjaga independensi sikap melalui lembaga kemahasiswaan dalam menyuarakan keadilan dan kebenaran tanpa terpengaruh oleh kepentingan pihak manapun.
  3. Aktif turut serta dalam pengawalan dan pengawasan seluruh proses pemilu 2024, dengan kewajiban moral kami siap memastikan transparansi, kejujuran, dan integritas dalam setiap tahap pemilihan, guna memperkuat fondasi demokrasi.
  4. Berkontribusi secara positif dalam menghadirkan Pemilu 2024 yang damai dan mengedepankan dialog, edukasi politik, serta upaya-upaya lainnya yang mendukung proses demokratisasi tanpa meninggalkan semangat kebersamaan dan perdamaian di tengah masyarakat.
Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore