
Mimbar demokrasi dan refleksi akhir tahun Aliansi Mahasiswa Malang Raya dengan tema Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Provokasi di kampus Polinema 27.
JawaPos.com–Salah satu perwakilan aksi dari acara mimbar demokrasi dan refleksi akhir tahun mahasiswa se-Malang Raya, Rafly Rayhan Al Khajti sampaikan pesan cukup dalam.
Pesan itu disampaikan di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir. Pesan tersebut tentang jangan mempersonifikasi pejabat. Pemuda yang duduk sebagai presiden mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) itu menyatakan, jika memuji serta mengkritik pejabat harus berhati-hati.
”Kita selalu mempersonifikasi makanya tadi saya katakan ketika Anda berterima kasih kepada Pak Jokowi artinya Anda berterima kasih secara personal kepada Jokowi,” ujar Rafly ketika deklarasi pemilu damai tanpa provokasi di lapangan kampus Polinema, Rabu (27/12).
Rafly mengungkapkan, Presiden Jokowi melakukan kewenangan dan tugasnya karena sebagai kepala negara dan kepala pemerintah. Hal itu, bukan karena personal.
Hal yang sama juga perlu diperhatikan saat mengkritik pejabat. Dia menilai, masyarakat termasuk mahasiswa perlu berhati-hati. Hal itu yang dinilainya menjadi perbedaan atau kontras dalam demokrasi Indonesia sekarang.
”Ketika kemudian hari ini, kita memuji Jokowi bukan sebagai presiden tetapi kita memuji secara person artinya kita mempersonifikasi pejabat, itu berlaku buat siapapun. Tidak hanya Jokowi, Puan Maharani, atau Megawati atau siapapun itu. Begitu juga ketika kita mengkritik,” papar Rafly.
Rafly menambahkan, sebagai mahasiswa hukum, tugasnya memberi tanggapan secara akademis dan intelektual. ”Tentang apa yang menjadi batasan dalam demokrasi. Acara pemilu damai yang digelar hari ini untuk merefleksikan demokrasi yang sedang berjalan,” imbuh dia.
Dia berpesan agar demokrasi yang terjadi sekarang harus direfleksikan bersama. Baik selama pemerintahan Presiden Joko Widodo atau jelang Pemilu 2024.
Aliansi Mahasiswa Malang Raya berkumpul di kampus Polinema 27 untuk menyuarakan pemilu damai menyongsong 2024. Agenda itu dikemas dengan mimbar demokrasi dan refleksi akhir tahun dengan tema Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Provokasi menghadirkan sejumlah mahasiswa lintas kampus di Malang Raya.
Perwakilan presiden mahasiswa (presma) yang tergabung dalam agenda itu menyampaikan orasi dan sikap pengawasan pemilu damai. Dimulai dengan presma Politeknik Negeri Malang, Presma Unisma, mahasiswa perwakilan peserta, dan orasi presma UB.
Ada beberapa poin yang disampaikan dalam deklarasi pemilu damai, sebagai berikut:

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
