
Kehadiran Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya membuat para sopir angkot di Terminal Kota Batu kecipratan rezeki. (Dokumentasi Radar Batu)
JawaPos.com - Kekhawatiran para sopir angkutan kota (angkot) di Malang Raya terkait keberadaan penumpang dan mata pencahariannya tidak terbukti. Kehadiran bus baru Trans Jatim Koridor I sangat menguntungkan mereka.
Bus Trans Jatim Koridor I yang melayani rute Terminal Hamidi Rusdi - Landungsari - Batu sejak beroperasi pada 20 November 2025 memicu efek domino dan menguntungkan angkot.
"Weekend kemarin angkot-angkot padat sampai penuh rombongan. Jadi malah saling menghidupkan,” tutur Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Tio Alam Firmansyah, Minggu (30/11).
Ia yakin sinergitas antarmoda ini bisa menjadi contoh ideal. Pasalnya, tidak hanya memberi kemudahan bagi penumpang, tetapi juga menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi di Malang Raya, khususnya Kota Batu.
“Tujuan kami (menghadirkan Trans Jatim Malang Raya) bukan sekadar memudahkan penumpang, tetapi juga menghidupkan armada angkutan dan membawa wisatawan lebih mudah sampai ke destinasi," imbuhnya.
Senada dengan itu, Koordinator Sopir Angkot Jalur Batu - Landungsari, Aro Sujarwo mengamini bahwa kehadiran Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya membuat angkot - angkot di Terminal juga kecipratan rezeki.
Para penumpang yang turun, seperti di Terminal Batu tidak berhenti di sana, Sebagian dari mereka berpindah rute, mencari angkot warna-warni tujuan wisata seperti Batu - Songgoriti hingga Batu - Selecta.
“Cukup signifikan naiknya. Banyak (penumpang) yang turun dari Trans Jatim (Malang Raya) langsung sambung angkot. Terutama tujuan wisata, seperti Batu - Songgoriti dan Batu - Selecta," tutur Aro.
Lonjakan penumpang ini perlahan mengubah perspektif sopir angkot terhadap keberadaan Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya. Dari yang semula menganggapnya sebagai ancaman kini berubah jadi peluang baru.
Bahkan, kata Aro, banyak sopir yang kini tertarik menjadi sopir Trans Jatim. “Saya kewalahan menampung minat teman-teman sopir. Kuotanya sudah habis. Kalau nanti dibuka lagi, mereka siap daftar,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya diluncurkan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pada Jumat (20/11) lalu. Bus ini melayani rute Terminal Hamidi Rusdi - Terminal Landungsari - Terminal Batu.
Pada awal peluncuran, Dishub Jatim menyediakan 15 armada, dengan rincian 14 bus operasional dan 1 bus cadangan. 7 bus mulai beroperasi dari Terminal Hamidi Rusdi, 7 bus lainnya beroperasi dari Terminal Batu.
Bukan cuma berdampak positif terhadap para sopir angkot, kehadiran Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya juga mendapat animo cukup tinggi dari masyarakat. Terlihat dari load factor atau tingkat keterisian setiap harinya.
Manajemen Trans Jatim dan Staf PPK Dishub Jatim, Cito Eko Yuli Saputro menyebut rata-rata armada Bus Trans Jatim Malang Raya melayani 4.500 penumpang. Angka ini setara dengan load factor sebesar 150 persen per hari. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
