
Anggota dari BPBD Sidoarjo terus siaga untuk antisipasi bencana. (Radar Sidaorjo)
JawaPos.com – Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, menyiagakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo dalam menghadapi segala kemungkinan terjadinya bencana.
Mengingat Sidoarjo ini termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi, seperti bencana angin puting beliung, banjir rob (air laut pasang), dan bencana banjir karena tingginya curah hujan.
Dilansir dari Radar Sidoarjo, Kamis (14/12), sejumlah skema pun disiapkan untuk mengantisipasinya, salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi, edukasi, dan mitigasi pengurangan risiko bencana ke masyarakat serta membentuk Desa Tangguh dan Sekolah Tangguh.
“Sosialisasi pengurangan risiko bencana ke desa-desa yang ada di Kabupaten Sidoarjo dilakukan, terutama desa yang rawan bencana, di antaranya desa yang dekat dengan muara laut, seperti beberapa desa di wilayah Kecamatan Tanggulangin, Sedati, Jabon, dan Buduran yang rawan berpotensi terjadinya banjir rob,” jelas bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor itu.
Ia juga mengatakan jika pihaknya telah membentuk 16 Desa Tangguh dan 84 Sekolah Tangguh yang tersebar di 18 kecamatan.
Tak hanya membentuk Desa Tangguh dan Sekolah Tangguh, langkah berikutnya yang saat ini tengah dilakukan, yaitu sosialisasi ke masyarakat tentang mitigasi pengurangan risiko bencana.
“Tujuan dibentuknya Desa Tangguh ini agar masyarakat dapat mandiri dalam pencegahan dan penanganan bencana di daerahnya. Kemudian BPBD akan mendampingi,” kata Gus Muhdlor.
Dwijo Prawito selaku Kepala BPBD Sidoarjo menyampaikan bahwa selain sosialisasi, ada beberapa skema lainnya yang sudah disusun, yaitu dengan mendirikan Posko Siaga Darurat Penanganan Dampak Bencana Hidrometeorologi dengan jumlah relawan sekitar 50 orang.
“Posko siaga sudah disiapkan selama 24 jam, sehingga nantinya apabila ada laporan bencana alam dengan cepat relawan kami bisa langsung datang ke lokasi kejadian,” ungkap Dwijo.
BPBD Sidoarjo sudah maping titik-titik lokasi yang diprediksi akan terjadi bencana, di antaranya lokasi-lokasi rawan bencana banjir atau genangan, seperti Kecamatan Waru, Sedati, Gedangan, Porong, Tanggulangin, Jabon, Taman, Krian, serta titik lokasi di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) yg ada di Kabupaten Sidoarjo.
Kemudian, lokasi-lokasi rawan puting beliung yang ada di seluruh wilayah Sidoarjo serta Lokasi banjir rob yang ada di wilayah Sedati, Buduran, Tanggulangin, dan Jabon.
***

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
