
Ilustrasi jalan tertutup longsoran tebing di Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Senin (4/12).
JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem berpotensi terjadi pada sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) pada 4-6 Desember. Masyarakat diimbau waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
”Berdasar data dinamika atmosfer yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, ada beberapa hal yang berpotensi memicu terjadinya cuaca ekstrem pada 4-6 Desember,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Senin (4/12).
Dalam hal ini, kata dia, potensi terjadinya cuaca ekstrem itu dipicu aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudra Hindia yang berpengaruh terhadap pembentukan awan. Potensi cuaca ekstrem tersebut juga dipicu aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator dan Kelvin di sekitar Pulau Jawa, serta adanya sirkulasi siklonik di utara Pulau Jawa.
Selain itu, lanjut dia, juga dipicu hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Jateng khususnya Laut Jawa dan kelembapan udara yang cukup tinggi dari lapisan permukaan hingga lapisan 500 milibar dan labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal.
”Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng pada 4-6 Desember,” kata Teguh Wardoyo.
Dia mengatakan, wilayah Jateng yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada Selasa (5/12) cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Karanganyar, Grobogan, Blora, Temanggung, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, dan sekitarnya.
Selanjutnya, wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada Rabu (6/12) meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Karanganyar, Grobogan, Blora, Temanggung, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, dan sekitarnya.
”Terkait dengan cuaca ekstrem yang berpotensi di wilayah-wilayah tersebut, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk masyarakat di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” terang Teguh.
Disinggung mengenai bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Banyumas, dia menduga hal itu dipicu hujan sangat lebat yang terjadi pada Minggu (3/12) hingga Senin (4/12), pukul 07.00 WIB. Hal itu diketahui berdasar data pemantauan curah hujan di sejumlah wilayah Banyumas, antara lain Danaraja sebesar 127 milimeter, Arcawinangun 126 milimeter, Rempoah (Baturraden) 113 milimeter, dan Rawalo 124 milimeter.
”Curah hujan berkisar 100-150 milimeter per hari termasuk kategori sangat lebat. Sementara untuk wilayah Banyumas lain masuk kategori hujan sedang (20-50 milimeter per hari) hingga lebat (50-100 milimeter per hari,” papar Teguh Wardoyo.
Bencana tanah longsor di Kabupaten Banyumas pada Senin (4/12) dini hari, antara lain di Desa Klinting, Kecamatan Somagede, yang mengakibatkan tiga korban luka-luka dan satu orang meninggal dunia setelah rumah mereka tertimpa material longsoran dari tebing.
Selain itu tanah longsor di Kabupaten Banyumas itu juga menutup jalur rel ganda lintas Purwokerto-Cirebon yakni di KM 340+100 antara Stasiun Karanggandul dan Stasiun Karangsari. Akibatnya seluruh kereta api yang seharusnya melewati jalur itu dialihkan memutar melalui Bandung untuk KA dari arah Jakarta menuju Jogjakarta dan sebaliknya, sedangkan KA dari Jakarta menuju Solo memutar melalui Semarang.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
