
Kepala Perwakilan BI Kepri Suryono usai pertemuan dengan pelaku KUPVA BB serta penyedia jasa pembayaran layanan remitansi se-Provinsi Kepulauan Riau.
JawaPos.com–Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) ingatkan pelaku usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) serta penyedia jasa pembayaran layanan remitansi (PJP LR), tidak terlibat tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan tindak pidana pendanaan terorisme (TPPT), menjelang Pemilu 2024.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri Suryono saat menggelar pertemuan dengan pelaku KUPVA BB serta penyedia jasa pembayaran layanan remitansi se-Provinsi Kepulauan Riau.
”Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BI Kepri dalam menciptakan situasi kondusif terkait transaksi pada KUPVA BB dan layanan remitansi. Terutama menjelang Pemilu 2024, risiko ini harus kami mitigasi,” ujar Suryono seperti dilansir dari Antara di Batam, Kepulauan Riau.
Dia menjelaskan, pertemuan itu merupakan wadah koordinasi yang penting. Sebab, Provinsi Kepri berbatasan dengan negara-negara tetangga sehingga meningkatkan risiko tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana pendanaan terorisme.
Selain itu, menurut Suryono, jumlah kedua kegiatan usaha tersebut berada di urutan kedua secara nasional di bawah Provinsi DKI Jakarta yang menempati urutan pertama. Jumlah KUPVA BB di Kepri saat ini sebanyak 115 kantor dan PJP LR sebanyak 60 lembaga.
Dengan begitu, lanjut dia, pencegahan dan upaya minimalisir risiko TPPU dan TPPT harus dilakukan melalui koordinasi berbagai pihak yang terlibat. Yakni pemerintah setempat, pelaku usaha, aparat penegak hukum, serta masyarakat.
”Sekarang sanksinya jelas, selain berupa teguran tertulis, administrasi dan denda, ada juga sanksi hukuman penjara. Kami berharap menjelang pesta demokrasi 2024, semuanya berjalan baik dan tidak ada pelanggaran,” tutur Suryono.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono menyebutkan, dilihat dari kondisi geografis posisi Kepri yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, membuat risiko TPPU dan TPPT masih tergolong menengah hingga tinggi.
Dia mengapresiasi BI Kepri yang telah menggelar pertemuan bersama para penyelenggara KUPVA BB serta PJP LR. Pertemuan itu diharapkan menciptakan koordinasi dan sinergi yang tepat sasaran dalam pencegahan TPPU dan TPPT.
”Diperlukan pemahaman dan saling koordinasi antara Bank Indonesia, bersama PPATK, aparat penegak hukum, asosiasi KUPVA BB dan layanan remitansi, serta pihak lain,” ucap Doni Primanto Joewono.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
