Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 05.02 WIB

Pengacara Senator ART Sebut Ada Upaya Konspirasi untuk Membungkam Kliennya

Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha melaksanakan kunjungan kerja reses. - Image

Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha melaksanakan kunjungan kerja reses.

JawaPos.com–Anggota DPD RI dapil Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Thaha (ART), melalui kuasa hukumnya Amerullah SH, mengungkap rencana lama beberapa pihak tertentu yang diduga ingin menghabisi karir dan keselamatan kliennya.

Menurut Amerullah, isu dan citra negatif yang dialamatkan kepada senator Abdul Rachman Thaha (ART) beberapa waktu belakangan ini, diduga sengaja diciptakan dan di-blow up karena ada dalang di belakangnya. rangkaian kejadian beberapa hari terakhir, merupakan skenario lama.

”Ini sudah pernah dialami ART sekitar dua atau tiga tahun yang lalu,” ungkap Amerullah.

Pada 2020, lanjut dia, dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha aktif turun ke masyarakat menyerap aspirasi. Apakah itu ilegal mining maupun ilegal logging. Upaya itu bertujuan membela kepentingan masyarakat dan daerah yang diwakilinya di tingkat nasional.

”Dampak tindakan yang dilakukan senator ART itulah, menyebabkan beberapa pihak merasa tidak nyaman, khususnya oknum yang terlibat dalam kegiatan ilegal. Apakah itu ilegal mining maupun ilegal logging, atau bisnis ilegal lain. Mereka merasa mata pencariannya diganggu oleh ART,” papar Amerullah.

Amerullah menjelaskan, hal itu dibuktikan dengan adanya berbagai upaya untuk meredam tindakan advokasi ART terhadap praktik-praktik ilegal di wilayah Sulawesi Tengah tersebut.

”Pada 2021 puncaknya. Klien kami di forum RDP bersama Kapolri mengungkapkan hal yang dialaminya. Kapolri kaget ada skenario untuk menghabisi karir dan bahkan keselamatan ART,” kata Amerullah.

Tahun ini menurut dia, para pihak itu kembali melakukan perencanaan pembunuhan karakter terhadap senator ART. Itu untuk melemahkan posisi politik ART sebagai anggota DPD RI di mata masyarakat Sulawesi Tengah.

”Ya saat ART melakukan reses ke Buol dan Morowali, antara Juli-Oktober, mereka melakukan pertemuan di suatu tempat. Mereka membahas rencana membungkam ART. Salah satu isu yang digulirkan adalah isu pencurian mobil. ART dilaporkan ke polisi mencuri mobil. Informasinya kemudian disebarkan ke media-media sosial. Ada by desain character assassination kepada ART,” papar Amerullah.

Dia menambahkan, masalah itu tak boleh dibiarkan. Polri harus menyelidiki lebih lanjut, isu terkait keamanan dan integritas anggota DPD RI.

”Keselamatan dan keberlanjutan tugas mereka harus dijamin dalam menjalankan mandat yang diberikan masyarakat,” ucap Amerullah.

Meski diterpa sejumlah isu, anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat dan daerah yang diwakili. Upaya atau niat kurang baik dari pihak tertentu, diyakini tidak akan memengaruhinya dalam melindungi kepentingan masyarakat.

”Ini risiko pilihan saya. Saya akan berjuang untuk masyarakat khususnya rakyat Sulawesi Tengah,” tutur Abdul Rachman Thaha.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore