Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Oktober 2023 | 07.13 WIB

Dinas Pendidikan Jawa Barat Kumpulkan KCD dan Seluruh Kepala Sekolah di SMKN 1 Kedawung

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyu Mijaya. - Image

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyu Mijaya.

JawaPos.com–Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyu Mijaya menyatakan pertemuan dengan seluruh kepala cabang dinas (KCD), kepala bidang, kepala-kepala sekolah se-wilayah Cirebon sebagai sarana silaturahmi. Kegiatan itu dilaksanakan di SMKN 1 Kedawung Cirebon.

Menurut dia, pertemuan juga sebagai ajang evaluasi berbagai capaian-capaian di bidang pendidikan di Jawa Barat. Dengan pertemuan itu juga sebagai ajang tukar pikiran saling memberi masukan untuk kemajuan dunia pendidikan di Jawa Barat.

”Kita coba evaluasi capaian-capaian di dunia pendidikan. Mana yang rendah atau kurang dan perlu diperbaiki. Sedangkan yang baik diharapkan terus dipertahankan dan disebarluaskan,” papar Wahyu Mijaya.

Menjawab keresahan sejumlah orang tua murid terkait study tour yang dilakukan pihak sekolah dengan mengunjungi daerah di luar Jawa Barat, menurut Wahyu, pada prinsipnya boleh dilakukan. Sebab, hal itu untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pemahaman budaya Nusantara, dari para siswa.

”Terlepas dari lokasi tujuan, study tour bisa dilakukan dengan mekanisme persetujuan dan kesepakatan orang tua. Aturannya harus ditempuh. Prosesnya tidak langsung oelah sekolah tapi orang tua. Itu tidak boleh memberatkan orang tua atau wali murid,” papar Wahyu Mijaya.

”Anak-anak juga harus memahami budaya dan wawasan Nusantara,” tambah dia.

Menurut dia, sekolah haru memosisikan diri sebagai pembimbing melalui guru.

Terkait masih ada biaya pendidikan yang dibebankan kepada orang tua atau wali murid, Wahyu menjelaskan, untuk SPP sudah tidak ada lagi yang dibebankan kepada orang tua murud. Namun begitu, sekolah masih diperkenankan menarik dana dari orang tua dalam bentuk sumbangan.

”Sekolah menyusun rencana kegiatan dan anggaran satu tahun. Jika dana BOS tidak mencukupi, sekolah bisa meminta sumbangan. Itu lewat keputusan orang tua atau komite. Jumlahnya tidak dipukul rata. Ada subsidi silang. Bahkan yang tidak mampu harus dibebaskan dari sumbangan itu,” papar Wahyu Mijaya.

Dia menambahkan, sekolah seharusnya memiliki inovasi untuk mencukupi kekurangan kebutuhan anggaran. Jadi tidak langsung meminta kepada orang tua/wali murid.

”Bisa kerja sama dengan industri atau dunia usaha sebagai pengguna hasil pendidikan sekolah atau tenaga kerja. Banyak dana-dana CSR perusahaan juga bisa meminta kepada alumni yang sudah sukses,” ucap Wahyu Mijaya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore