Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Agustus 2023 | 05.59 WIB

Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 15 Ton Rumput Laut Sidoarjo ke Australia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor perdana rumput produksi Koperasi Agar Makmur Sentosa ke Australia, Jumat (4/8). - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor perdana rumput produksi Koperasi Agar Makmur Sentosa ke Australia, Jumat (4/8).

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor perdana rumput laut jenis Gracilaria Sp yang diproduksi Koperasi Agar Makmur Sentosa ke Australia, Jumat (4/8).

Sebanyak 15 ton produk rumput laut dari Dusun Tlocor, Kecamatan Jabon, Sidoarjo tersebut diekspor ke perusahaan Start Up ULUU di Australia. Selain Australia, Koperasi Agar Makmur Sentosa juga telah mengekspor 50 ton rumput laut kering ke Tiongkok.

”Tentu ini menjadi hal yang luar biasa, bagaimana produksi rumput laut Koperasi Agar Makmur bisa menembus pasar ekspor. Artinya kualitasnya baik dan kuantitasnya akan terus dikembangkan mengingat permintaan dalam dan luar negeri cukup tinggi,” kata Gubernur Khofifah.

Setiap bulan Koperasi Agar Makmur Sentosa mampu memproduksi 500 hingga 800 ton rumput laut kering dari 300 hektare luasan tambak yang dikelola koperasi itu. Hasil produksinya tak hanya memenuhi permintaan pasar luar negeri, koperasi ini juga memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Pengiriman tersebut dilakukan tiap minggu bergantung pada permintaan pasar. Biasanya, pengiriman pasar lokal dikirimkan ke wilayah Malang, Pasuruan, Singosari, Surabaya, dan Sidoarjo.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menyampaikan, budi daya rumput laut di kolam tambak bisa dilakukan bersamaan dengan budi daya ikan bandeng atau udang atau menggunakan metode tumpang sari. Sehingga hal tersebut beriringan dengan penerapan Green hingga Blue Economy. Sebab, jenis rumput laut Gracilaria Sp merupakan jenis rumput laut yang bisa hidup di tambak dan bisa mensubstitusi pemupukan.

”Karena banyak daerah Pantura yang masih sering  kekurangan pupuk untuk tambak. Saya rasa penerapan metode tumpang sari ini juga beriringan dengan penguatan green economy hingga ke arah blue economy,” sebut Khofifah.

Menurut Khofifah, jika metode tumpang sari ini terus dikembangkan para petani tambak, bisa terwujud kesejahteraan lebih signifikan. Tak hanya itu, dia juga berharap proses hiliriasi dengan pendirian pabrik pengolahan rumput laut bisa didirikan di kawasan Sidoarjo.

”Apalagi jika dibangun dekat dengan sumber bahan baku (raw material). Ini adalah berita yang bagus bagi kita semua,” ujar Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore